Band dan Musisi Lokal Butuh Kompetisi
Topik Terkait
Sulut gudangnya musisi muda. Kelompok band menjamur di mana-mana. Kualitas anak band lokal ini ternyata tidak jauh-jauh amat dari band nasional yang intens manggung di Jakarta. Band dan musisi lokal hanya butuh kesempatan kompetisi untuk mengangkat pamor mereka di pentas nasional.
SORE menjelang malam, sekelompok remaja dan anak muda merapat ke Waroeng Charity, depan Manado Town Square. Pusat mangkal anak muda itu lalu padat merayap, hanya selang beberapa menit selepas pukul 18.00 Wita. Mulai dari kalangan remaja, pemuda, mahasiswa ikut berjubel di warung yang sementara aktif mengumpulkan dana sosial untuk anak-anak Nepal yang tertimpa bencana gempa bumi.
Muda-mudi tampak duduk berkelompok, menanti suguhan Music On The Street, yang dihelat manajemen Waroeng Charity. Pukul 23.00 Wita, muncul empat kelompok band yakni, The Mujeles Project Band yang beraliran reggae blues, Pavor Band, Tomohon Blues Autoriti, ESB Band. Suasana malam pecah, setelah Gio Idol tampil di panggung kecil dan membawakan beberapa tembang. Penampilan band-band lokal itu, meninggalkan kesan haru penonton yang membludak hingga di bibir jalan. “Kita punya kualitas band lokal yang baik. Hanya saja jarang tampil di panggung besar dan berkompetisi secara rutin,” ungkap Gio Idol, malam itu.
Ia pun berharap, panggung kompetisi serupa terus bertumbuh dan mengakomodir harapan band-band di Sulut. “Semoga panggung seperti ini bisa terus ada, sehingga dapat menumbuhkan musik Sulut. Dengan harapan ke depan makin banyak yang bisa mengharumkan nama Sulut di pentas nasional, bahkan dunia,” ujar Gio.
Pemerintah juga kata Gio, perlu mendorong kreatifitas generasi muda khususnya di bidang musik. “Jadi bukan hanya pemerintah memfasilitasi aneka lomba atau pertunjukkan, namun yang utama mampu membuka panggung ajang pencarian bakat. Jika ini digelar, maka akan mampu menyeleksi dan menjaring bibit-bibit unggul yang ada di Sulut. Maka itu, instansi teknis seperti Dinas Pariwisata harus mampu menangkap hal itu,” pinta Gio.
Konser malam itu, dimeriahkan dengan beragam kuis dan hadian dari penyelenggara. Hadir juga manajemen sponsor dari Radar Manado, Sempoerna dan Bir Bintang. Malam makin seru bertabur teriakan kaum muda, setelah menyaksikan Wakil Wali Kota Manado HB Mangindaan ikut membaur di sana. “Kita berharap, kompetisi seperti ini akan dibuat terus ke depan. Sehingga bakat anak band makin berdaya saing dan siap tampil yang pentas yang lebih besar,” tutur Ai, panggilan akrab HB Mangindaan.
Manejer Waroeng Charity Stefanus mengutarakan, momentum kompetisi tersebut bagian dari perhatian Waroeng Charity untuk meningkatkan iklim musik daerah. “Kita mengetahui begitu banyak kelompok musik dari berbagai aliran. Mereka kerap tampil secara sendiri-sendiri dan sulit disatukan dalam kompetisi. Padahal bakat anak-anak ini amat luar biasa,” tuturnya.
Kata dia, tidak ada perbedaan yang amat senggang dengan kelompok band yang sering mencuri perhatian di media massa khususnya televisi. “Di Jakarta itu, anak band sering tampil karena media dan pihak yang konsen membuat kompetisi. Jadi tidak heran band-band di Jakarta sering manggung. Nah Waroeng Charity melihat potensi ini yang perlu digarap terus ke depan,” jelas Stefanus.(***)

