Demokrat Dikepung Koalisi Mapalus, PDIP Terancam Jadi Penonton
Topik Terkait
MANADO-Partai Demokrat Manado harus bekerja extra keras untuk memenangkan Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado 2015 ini. Punya 9 kursi di DPRD Manado tidak menjamin partai berlambang mercy ini mampu merebut kursi orang nomor satu di Manado. Demokrat akan berhadapan dengan enam partai politik yang memutuskan berkoalisi dan mengusung satu kandidat.
Pasalnya, gabungan partai politik yang diberi nama Koalisi Mapalus sudah terbentuk. Koalisi ini terdiri atas PKPI, PKS, PAN, Hanura, Golkar dan Gerindra. Total kursi parlemen dari enam partai itu yakni 21 kursi. Nah, untuk posisi ini juga, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang memiliki enam kursi, harus siap-siap jadi penonton. Sebab, sisa PDIP yang belum menemukan partai koalisi.
“Yah, namanya politik. Tiap menit dan detik bisa terjadi perubahan. Namun, dengan posisi sekarang, Demokrat akan mendapatkan penantang berat. Karena dikepung dengan koalisi yang memiliki jumlah kursi besar di parlemen. Kemudian, untuk PDIP harus waspada dana mencari jalan lain, sehingga bisa ikut Pilwako Manado. Kalau tidak siap, bisa jadi penonton nantinya,” ujar pengamat politik Sulut, Dr Ferry Liando, Rabu (4/6) kemarin.
Wakil Ketua Golkar Manado Sony Lela menegaskan, Koalisi Mapalus merupakan peleburan partai-partai yang merasa ada semangat kebersamaan. “Jadi koalisi ini, tidak ada istilah Indonesia Hebat atau Merah Putih seperti di Jakarta sana. Kami tidak bicara KIH atau KMP. Kami menyatukan kepentingan dan pasang dada merebut kursi wali kota. Target kami, wali kota berikut lahir dari tangan Koalisi Mapalus,” tutur Lela.
Begitupun Ketua PAN Manado Bobi Daud. Ia mengatakan, keputusan bergabung di Koalisi Mapalus itu sudah sesuai petunjuk PAN Sulut dan DPP. “Kami belum bicara siapa kandidat yang akan diusung. Penandatanganan kesepakatan hari ini, karena niat partai-partai untuk berpartisipasi langsung di Pilwako Manado dengan mengusung kandidat bersama,” jelas Daud.
Ketua PKPI Manado Remy Ngangi menambahkan, Koalisi Mapalus menjadi satu arus besar yang akan bertarung habis-habisan di Pilwako Manado. “Kami bekerja untuk menang. Dan itu tekad Koalisi Mapalus,” tutur Ngangi.
Ketua Gerindra Manado Maudy Manoppo SH SpN menjelaskan, koalisi itu merupakan inisiatif partai yang tidak bisa mengusung kandidat sendiri. “Koalisi Mapalus ini wujud kebersamaan kami dari partai-partai yang tidak bisa mengusung kandidat sendiri. Kami merasa penting untuk bersatu, head to head dengan kompetitor untuk memenangkan Pilwako Manado,” jelas Maudy, Rabu (3/6) di Hotel Aston Manado.
Koalisi Mapalus itu, kata Maudy, sudah diisyaratkan Dewan Pengurus Pusat (DPP) masing-masing partai. “Tiap partai sudah berkomunikasi dengan DPD, DPW dan DPP. Jadi dasar koalisi ini, kami merasa ada potensi, peluang dan kekuatan politik yang kokoh yang memenangkan Pilwako,” jelas dia.
Maudy menginformasikan, terhitung Kamis (4/6) sampai tujuh hari ke depan, Koalisi Mapalus membuka pendaftaran di Aston Hotel Manado. Pendaftaran dibuat di satu meja, kendati berkas tiap partai berbeda. “Kami mengundang semua yang ingin mendaftar di Koalisi Mapalus. Baru setelah itu langsung fit and proper test (FPT),” ujar Maudy.
Kerabat Prabowo Subianto itu enggan menyebut siapa kandidat yang menguat di Koalisi Mapalus. “Soal kandidat, kita lihat saja nanti. Yang jelas yang diusung, figur yang memiliki tingkat elektabilitas dan keterpilihan tertinggi di Manado. Saya yakin semua partai di Koalisi Mapalus menginginkan itu. Teman-teman PKS, PKPI, Hanura, Golkar dan PAN juga sepakat soal itu,” jelas dia.
Ketua PKS Sulut Syarifudin Saafa mengatakan, Koalisi Mapalus bukan arus politik untuk melawan Demokrat atau PDIP. “Di politik kalau kita menyatukan kepentingan, merasa sejalan, membaca peluang dan merebut kemenangan. Yang penting komunikasi jalan,” ungkap politisi yang mendaftar sebagai Wakil Wali Kota di PAN Manado itu.
Sekretaris Partai Demokrat Manado menegaskan tidak khawatir dengan kemunculan Koalisi Mapalus itu. “Yang penting sekarang bekerja. Turun ke masyarakat. Yakinkan masyarakat bahwa kandidat Demokrat mampu. Soal koalisi, itu urusan orang lain. Kami tidak mau ganggu kepentingan orang lain. Kita bekerja dulu,” tutur Gandey.
Terpisah, PDIP Manado masih optimis mampu menarik dua kursi dari partai lain. “Perjalanan masih panjang. Di politik tidak ada yang abadi. Koalisi juga tidak abadi. PDIP masih optimis,” tutur pengurus PDIP Manado Hengky Kawalo.
Diketahui rincian jumlah kursi Koalisi Mapalus itu yakni Golkar 5 seat, Gerindra 5 seat, PKS 2 seat, PAN 4 seat, PKPI 1 seat, Hanura 4 seat. Koalisi Mapalus masih membuka kemungkinan bagi PPP dengan 1 seat untuk bergabung. “Kalau PPP bergabung, kita punya 22 seat di parlemen,” tutur Sekretaris Gerindra Manado Ade Apreano Saerang.(kim/scr)
