PKS-PKPI Cuma Separuh Jiwa
Topik Terkait
MANADO-Koalisi enam partai yang terdiri dari Gerindra, Golkar, PAN, Hanura, PKPI dan PKS yang dibentuk Rabu (3/6) di Aston Hotel, diprediksi berusia pendek. Beberapa kalangan menilai koalisi ini rentan cerai di tengah jalan. Apalagi, koalisi dibentuk tanpa kehadiran ketua-ketua partai. PKPI dan PKS amat diragukan untuk mempertahankan kebersamaan itu. Begitupun Hanura. Beberapa sumber di partai menjelaskan, keputusan koalisi amat ditentukan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) masing-masing partai. PKPI misalnya, dianggap cuma ikut ramai, lantaran instruksi Ketua Pembina PKPI Sutiyoso, bahwa partai itu harus berafiliasi dengan PDIP di daerah-daerah. “Itu arahan tingkat elit politik. DPP yang perintah. Jadi menurut saya, PKPI dan PKS itu cuma separuh jiwa di koalisi partai,” tutur sumber di PDIP Manado, Kamis (4/5) kemarin.
Pertimbangan Sutiyoso soal koalisi ini, yakni di banyak daerah PKPI tidak mampu mengusung sendiri. Kemudian ada daerah yang bisa mengusung kandidat sendiri. “Kalau di Manado, PKPI harus ke PDIP. Karena di Bitung PDIP bergabung PKPI. begitupun di wilayah Bolmong. Jadi bergabungnya PKPI ke koalisi partai kemarin, itu cuma sinetron singkat,” tutur sumber.
Sementara itu, petinggi-petinggi PKS dari Jakarta sudah dikumpulkan Olly Dondokambey, pekan lalu di kediaman Olly, Kolongan, Minut. Bersamaan dengan kedatangan Presiden Jokowi, ada pertemuan Olly dan pengurus DPP PKS yang membahas koalisi di Manado. “Dan itu sudah diketahui DPW PKS Sulut. Kendati ada sedikit wanprestasi, saat PDIP buka pendaftaran tidak ada pemberitahuan ke PKS,” singgung sumber resmi.
Konon, kata sumber, gertak sambal PKS merapat ke Gerindra Cs karena kesal dengan PDIP yang membuka pendaftaran tanpa undangan ke PKS. “Kalau PKS kesal itu wajar. Tapi siapa yang bisa memutuskan koalisi petinggi-petinggi PDIP dan PKS di Senayan,” ujar sumber lain.
Kondisi rawan juga diprediksi bakal dialami Hanura. Keputusan Hanura bergabung ke koalisi partai, ternyata tidak diketahui DPP. “Itu kan cuma inisiatif pimpinan Hanura Sulut,” ungkap sumber lain.
Ketua PDIP Manado Richard Sualang, tidak membantah kemungkinan PKPI dan PDIP melebur di jelang Pilwako. “Saya tidak mau menanggapi inisiatif koalisi partai. Itu hak politik teman-teman di daerah. Walaupun saya tahu, konstelasi di Jakarta, antar-DPP seperti apa,” tutur Sualang.
Mengenai isyarat Sutiyoso dan Megawati, Sualang juga tidak menampik. “Pernah sih, komunikasi Sutiyoso dan Ibu Megawati. Tapi itu yang lalu. Bisa saja di daerah ikut arahan pusat,” tutur Sualang.
Ia juga membenarkan ada pertemuan pengurus pusat PKS dan PDIP di rumah Olly waktu lalu. “Isinya apa, saya tidak tahu. Itu urusan bos-bos yang di atas (DPP,red),” singkat Sualang.
Sementara itu, pengurus PKPI Manado Roy Maramis menuturkan, untuk kondisi ini, partainya masih mengikuti arahan pimpinan. “Kalau perintah pusat, saya tunggu petunjuk resmi melalui pimpinan saya di Manado. Koalisi bersama atau dengan PDIP itu bukan saya yang putuskan. Tapi petunjuk pusat melalu pimpinan partai di daerah,” tutur Maramis.
Diketahui, penandatanganan kesepakatan dihadiri beberapa pengurus partai. Ketua PKS hanya diwakili Nur Rasyid Abdul Rahman, anggota DPRD Manado dan Partai Golkar hanya diwakili Sekretaris Dolfie Mamengko. “Ini belum deklarasi baru menyamakan persepsi untuk pilkada nanti,” kata Ketua PAN Manado, Boby Daud.
Sekretaris Golkar Manado kubu Aburizal Bakrie (ARB), Dolvie Mamengko mengatakan, pertemuan itu dalam rangka menandatangani MoU sebagai partai berkoalisi. “Yang berhak menandatangani MoU masing-masing ketua partai. Kalo pertemuan tadi hanya pembicaraan menjelang pilkada. Belum ada yang krusial atau calon yang akan diusung,” ujar Mamengko.
Sementara itu, informasi berkembang, ada salah satu partai akan menarik diri. Pasalnya, mereka mendapat perintah dari DPP untuk keluar dari koalisi tersebut. “Menurut DPP, ada dalam juklak partai kami untuk membuka pendaftaran calon wali kota sendiri.” kata salah satu kader yang meminta nama dan partainya tidak disebutkan.
Ketua Partai Gerindra Manado, Moudy Manoppo yang memimpin pertemuan itu menyatakan optimis koalisi ini mendapatkan kemenangan dalam pilkada nanti. Pasalnya total jumlah kursi dalam koalisi ini mencapai 21 kursi. “Jumlah tersebut melebihi ketentuan untuk mengusung calon pimpinan daerah,” tegasnya.
Banyak yang memprediksi, jika keenam partai ini solid mendukung calon wali kota, punya peluang besar menang. Sebab, jumlah kursi di DPRD Manado sebagai representase pemilih, ada 21 Kursi. Masing-masing, Partai Gerindra 5 kursi , PAN 4 kursi , PKS 2 kursi , PKPI 1 kursi, Hanura 4 kursi dan Partai Golkar 5 kursi. (kim/scr)
