Ketua PD Manado ‘Manuver’ di Rapimnas
Topik Terkait
MANADO — Perang taktik di internal Partai Demokrat (PD) makin sengit dan seru. Terutama perang taktik untuk ‘berburu’ Surat Keputusan (SK) DPP PD mengenai calon wali kota (cawali) Manado. Pasalnya, baik Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PD Manado maupun Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PD Sulut memiliki jagoan berbeda untuk diusung sebagai cawali. DPD PD Sulut inginkan Vecky Lumentut, sedangkan DPC Manado inginkan Harley ‘Ai’ Mangindaan.
Informasi teranyar, DPC PD Manado hingga nekat menerobos Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Jakarta, Senin (6/7), untuk bermanuver menggolkan kandidat jagoannya. DPC PD Manado berniat untuk menyodorkan bukti survei bahwa jagoannya yang unggul. Sejumlah dokumen bukti survei itu dibawa Ketua PD Manado Morris Korah BSc dan Sekretaris Vecky Gandey.
Sayangnya, upaya Korah dan Gandey pupus. Karena keduanya tidak diizinkan masuk. Sebab rapat tersebut bersifat terbatas hanya untuk DPD se-Indonesia.
Korah dan Gandey merapat ke ruang pertemuan itu dengan mengekor Ketua PD Sulut Vicky Lumentut dan Sekretaris Marthen Manoppo. Tapi tepat di depan pintu rapat dihadang petugas. “Ini dari mana. Kan cuma Ketua DPD dan Sekretaris,” tanya petugas diturkan sumber koran ini.
Pertanyaan itu kemudian dijawab Korah. “Dari DPC. Dari Manado,” jawal Korah sebagaimana dikutip sumber. Petugas kemudian melarang keduanya tidak boleh masuk dalam ruang DPD. “Rapat ini cuma untuk DPD. DPC tidak boleh masuk,” larang petugas diulangi sumber. Korah dan Gandey walaupun tidak masuk ke ruang rapat tetap memutuskan bertahan di luar ruangan.
Lanjut sumber, Korah dan Gandey tidak sendirian di luar ruangan. Ada juga Ketua Fraksi Demokrat DPRD Manado Deasy Joulanda Roring yang ikut mendampingi Vicky ke Jakarta mengikuti pembahasan. “Deasy Roring sempat melihat Korah dan Gandey ada di luar ruangan. Pegang tas besar berisi dokumen. Banyak buku dan kertas dalam tas besar itu. Mereka sempat saling menyapa, hanya saja kurang akrab,” beber sumber.
Usai sidang DPD, lanjut sumber, Vicky dan Manopo keluar ruangan dan sempat menyalami Korah dan Gandey. “Tapi tanpa percakapan apapun. GSVL (Vicky) jabat tangan dan meninggalkan Korah dan Gandey,” tutur sumber itu.
Deasy Joulanda Roring tidak menampik soal pertemuan dia dengan Korah dan Gandey. Malah dia membenarkan. “Ada baku dapa (sempat ketemu), tapi maaf, jangan saya yang komentar,” tutur Roring.
Sayangnya, baik Morris Korah maupun Vecky Gandey belum berhasil dihubungi untuk dimintai tanggapan. Berkali-kali dihubungi via telepon gengam keduanya tidak aktif.(but/kim)





