Polemik PDAM, Pemkab ‘Bungkam’
Topik Terkait
AMURANG - Pemerintah Kabupaten Minsel, ternyata masih begitu dingin alias ‘bungkam’ menanggapi polemik yang terjadi di Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) setempat. Buktinya, tanggapan yang diberikan pihak pemkab hanya sebatas masukan. Bahkan terkesan banyak usulan saja.
“Kalau memang ada penegasan dan untuk kemajuan PDAM ke depan, harusnya ada penegasan dan dilakukan tepat. Jangan hanya masukan dan usulan saja agar PDAM berbenah diri. Harus ada tindakan tegas dan berani ambil tindakan demi kepentingan masyarakat banyak,” ungkap Johanis Frans, tokoh masyarakat Minsel, kemarin.
Tanggapan Frans tersebut diketahui mengacu pada pernyataan yang dilontarkan Pemkab Minsel melalui Asisten II Bidang Pembangunan Setdakab Ir Farry Liwe MSc. Di mana, Liwe menuturkan kalau PDAM harus melakukan pembenahan personalia dan sistem didalam tubuhnya sendiri.
“Ini memang menandakan ada persoalan di dalam PDAM Minsel sendiri. Makanya harus ada pembenahan,” tutur Liwe.
Liwe menjelaskan, tugas pengawasan dan memberikan saran dan perbaikan oleh Banwas sudah tepat. Namun akan hal ini dinilainya tidak dijalankan dari awal. “Tak dipungkiri bahwa manajemen PDAM Minsel tidak baik, maka dari itu perlu adanya pembenahan dan sistemnya, semua Direksi termasuk pemimpinya,” jelasnya. (hyr/scr)

