Pengguna Ipal Mulai Terkuak
Topik Terkait
RATAHAN — Inspektorat Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) mulai mencium indikasi pengguna ijazah palsu (ipal) Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurut Kepala Inspektorat Mitra Robert Rogahang, pihaknya mulai menemukan indikasi tersebut.
“Dari pemeriksaan yang kita lakukan, sudah ada beberapa ijazah yang terindikasi merupakan ipal yang digunakan oknum aparatur untuk keperluan kepegawaian,”ungkapnya, kemarin.
Beberapa oknum ASN yang terindikasi menggunakan ijazah palsu berasal dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Dari temuan awal ada beberapa pegawai di SKPD. Saat ini juga, kami sementara melakukan pemeriksaan ijazah para tenaga pendidik,”tuturnya.
Lebih jauh, dirinya memprediksi ada ratusan ASN di Mitra yang menggunakan Ipal dalam urusan kepegawaian. Namun menurut Rogahang, setelah dilakukan pemeriksaan, pihaknya akan melakukan klarifikasi kepada para ASN yang terindikasi menggunakan ipal.
“Kita akan konfirmasi ke pihak pegawai terkait ijazah yang dimilikinya. Kemudian juga kita konfirmasi ke pihak perguruan tinggi yang menggeluarkan ijazah,” terangnya.
Dirinya menambahkan pola pemeriksaan yang dilakukan, dengan mencocokan data ijazah dengan pangkalan data yang berada di Kementerian Riset dan Dikti.
“Kita cocokan, kemudian kita siapkan dalam matriks yang berisi nama pemiliki ijazah, perguruan tinggi yang menggeluarkan ijazah, nomor ijazah, dan tanggal kelulusan,” terangnya.
Dia pun menargetkan bulan Agustus ini pemeriksaan ijazah dari hampir 2500 ASN di Mitra segera diselesaikan, dan langsung dilaporkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. (cw-02/scr)






