Tabung Las Meledak, Junaidi Terpental Dua Meter
Topik Terkait
RADARMANADO.COM, MANADO—Warga Jalan Pogidon 9, Lorong Tude Kelurahan Maasing, Lingkungan I, Kecamatan Tuminting, Manado, Jumat (31/7) sekira pukul 10.00 Wita, digemparkan dengan suara ledakan amat keras dari salah satu bengkel mobil. Bunyi ledakan itu ternyata tabung las karbit, yang menyebabkan pemilik bengkel Hi Junaidi Muhammad alias Mas Jun (60) tewas seketika. Informasi dirangkum, sekira pukul 09.50 Wita, korban bersama montirnya, Arifin Adam (29) warga Lingkungan I, Kelurahan Mahawu, Tuminting beraktifitas di bengkel tersebut. Korban saat itu sedang memperbaiki satu unit mesin air, mengunakan las karbit. Sementara Arifin memperbaiki satu unit mobil. Sedang bekerja, tanpa diduga tabung las karbit yang mereka gunakan, tiba-tiba meledak keras.
Menurut Arifin, usai ledakan dia melihat korban terpental sejauh dua meter. Korban tewas dengan luka parah. Bagian kanan wajah hancur hingga mengeluarkan isi kepala. Sekujur tubuh korban hangus, tangan kanan korban remuk dan patah. Kondisi bengkel pun porak-poranda. Arifin selamat karena dilindung mobil lain.
Informas diterima, tabung yang sama pernah terbakar, tapi tidak sampai meledak. Korban sudah beberapa kali diingatkan warga untuk mengganti tabung karena sudah bermasalah. Sayangnya korban masih menggunakan tabung tersebut.
Iman warga setempat mengatakan, usai mendengar ledakan, dia segera mendatangi TKP dan mendapati korban dengan keadaan mengenaskan. Ia bersama warga yang lain segera melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian. Polsek Tuminting bersama tim identifikasi Polresta Manado, datang ke TKP dan segera mengevakuasi jasad korban ke RS Bhayangkara untuk diotopsi.
Kapolresta Manado melalui Kasubbag Humas AKP Bartholomeus Dambe menuturkan, polisi sementara melakukan penyelidikan. “Kami masih dalami insiden itu,” tutur Bartho.
Dia menambahkan, polisi telah memeriksa beberapa saksi dan akan disinkronkan dengan hasil identifikasi. “Tim identifikasi berkolaborasi bersama Jibom Satuan Brimob Polda Sulut untuk memastikan penyebab sebenarnya ledakan tersebut,” ungkap Bartho. (jos/kim)






