Warga Rela Tinggal di Masjid

Warga Rela Tinggal di Masjid

0
BAGIKAN
BERSANTAI: Sejumlah warga di depan Masjid Nurul Fatah, Kampung Bobo, Kelurahan Maasing, sedang berbincang-bincang soal nasib.

Pasrah. Kata itulah yang diucapkan sebagian besar warga Kampung Bobo, Kelurahan Maasing, Kecamatan Tuminting, pasca rumah mereka digusur pada Rabu (5/8) lalu.

Genap sudah enam hari waktu rumah warga digusur. Selama itu pula sebagian besar warga sudah tak punya tempat tinggal. Hal itu pun membuat 20 warga korban penggusuran, rela tinggal dengan kondisi seadanya di dalam Masjid Nurul Fatah. Dari kejauhan, para warga yang ditemui sekira pukul 11.00 Wita, terlihat lemas dan lesu. Apalagi ditambah dengan suasana kampung yang sunyi, panas, dan berdebu. Nampak pula, sejumlah anak-anak yang tidak bersekolah, yang sedang bermain di lokasi tersebut. Di satu sisi, terdapat tumpukan kayu bekas bangunan rumah, sejumlah perahu nelayan yang biasanya dipakai melaut tidak Nampak lagi di lokasi biasanya. Sama halnya dengan barang-barang seperti perabotan rumah tangga, tas dan bungkusan berisi pakaian milik warga diletakan di bawah pohon kapuk juga tak tampak.
“Sampai saat ini kami masih bingung. Mau cari uang dan makan di mana? Kami berharap bantuan, anak-anak sudah tidak bersekolah dan rumah sudah digusur,”tutur Melki Ruaw, warga Kampung Bobo.
Pria yang berusia 50-an tahun itu mengungkapkan, pasca digusur rumahnya, dia tak bisa lagi berjualan rempah-rempah di pasar. “Saya sudah tidak punya uang untuk modal lagi. Karena rumah saja saya sudah tak punya,”ungkapnya dengan nada sedih.
Selain itu, Deky Husein, justru pasrah dengan peristiwa penggusuran tersebut. Deky mengaku, tak lagi mencari ikan di laut. “Ya, mau bagaimana lagi sudah digusur seperti ini. Kami sudah bingung tinggal di mana,”ucapnya. (***)

TINGGALKAN KOMENTAR