7 Mobil Ringsek Digilas
Topik Terkait
RADARMANADO.COM, MANADO – Masih hangat kasus lakalantas di Kairagi yang menewaskan pengendara mobil Honda Jazz merah, kini terjadi yang lebih heboh. Kali ini kecelakaan beruntun di di Jalan Sam Ratulangi, tepatnya di depan Gereja Katolik Winangun, Kecamatan Malalayang, sekira pukul 11.30 Wita, Senin (21/9). Mobil tangki pertamina menabrak tujuh mobil dan tiga motor.
Informasi diperoleh menyebutkan, sekira pukul 11.30 Wita, mobil tangki pertamina bermuatan 24.000 liter solar melaju dari Bitung menuju Manado. Mobil dengan nomor polisi L 9142 UV tersebut melewati Jalan Sam Ratulangi. Tepat di depan gereja, mobil yang dikendarai Toha Dandong (42), diduga hilang kendali karena rem blong. Mobil tangki itu menghantam mobil Honda Jazz tepat di depan. Selanjutnya menabrak motor Vario DB 3696 LO. Ditambah berat muatan, membuat mobil tangki terus melaju dan menghantam lagi mobil metro mini DB 4941 B di depan Honda Jazz. Tidak berhenti di situ, mobil-mobil itu juga menabrak motor Yamaha Jupiter Z DB 5248 AF, Suzuki Ertiga DB 1966 SW, kemudian menabrak truk Hino DM 8845 B yang bermuatan lima kubik kayu Cempaka. Truk Hino itu terbalik dan bersam-sama mobil tangki itu menabrak mobil Suzuki Ertiga DB 1588 LA, Daihatsu Terios dan sepeda motor Honda Vario DB 3723 MG yang terparkir di depan SD Katolik 17 Santo Tarsisius. Mobil tangki tersebut berhenti setelah menabrak pohon yang berada dipinggir jalan depan sekolah.
Empat orang menjadi korban dalam peristiwa ini. Dua diantaranya anak-anak, yaitu Manuel Putang (3), berada dalam mobil metro mini mengalami luka robek pada lutut kanan. Sedangkan, Mano Wujudkan (5), berada dalam mobil mikro, mengalami luka lecet. Dua orang lainya pria dewasa. Mereka adalah sopir truk Toha Dandong (42), mengalami patah kaki kanan dan luka memar disekujur tubuh, serta pengendara motor Honda Vario DB 3723 MG Agustinus Kapoh (63), yang merupakan korban paling para. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
Saksi mata Freddi Paendong (63), warga setempat mengatakan, waktu itu ia berada di jalan depan gereja melihat adiknya yang sedang membuat batu akik. Tiba-tiba datang mobil tangki dengan kecepatan tinggi.
“Mobil tangki itu pertama menabrak mobil Honda Jazz dan mobil metromini hingga terpental ke tempat pembuatan batu akik,” tuturnya.
Sementara sopir mobil tangki Toha Dandong ketika dimintai keterangannya di rumah sakit Bhayangkara mengakui, remnya blong dan sempat menggunakan rem angin. Namun sayangnya, tidak dapat menghentikan laju kendaraan, lantaran beban muatan. “Saya sempat menginjak rem, tapi remnya sudah blong,” kata Toha.
Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Manado Kompol Roy Tambayong ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Sementara kasus ini dalam penyelidikan pihak kepolisian,” singkatnya.(tr-32/scr/vee)






