DPRD Bitung Doyan Plesir
Topik Terkait
RADARMANADO.COM, BITUNG—Di tengah upaya penghematan anggaran, anggota DPRD Bitung lebih memilih ‘plesir’ ke luar daerah. Terbukti lima personil Komisi A DPRD Bitung melakukan kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Kota Denpasar, DPRD Kabupaten Badung dan DPRD Kabupaten Gianyar. Alasannya, kunker ini untuk mencari informasi terkait permasalahan klaim tanah berdasarkan kepemilikan adat. Kunker ini selama lima hari, terhitung 31 Agustus sampai 4 September 2015. Lain lagi Komisi C. Mereka kunker dengan tujuan DPRD Kota Mataram, Dinas Perhubungan Kota Mataram dan Dinas Perhubungan Kota Denpasar. Kunker ini untuk mencari data dan informasi kebijakan dan strategi pemerintah dan DPRD tentang pengembangan sistem transportasi perkotaan. Kunker ini selama enam hari terhitung mulai 31 Agustus sampai 5 September 2015.
‘Hilangnya’ 12 legislator ini sontak membuat Kantor DPRD Bitung sunyi senyam. Alahasil, sejumlah warga yang ingin menyampaikan aspirasi harus pulang dengan tangan hampa. “Aspirasi warga yang sudah masuk juga terbengkalai,” ujar Alvian Sumolang, salah satu tokoh muda Bitung.
Menurutnya, wajar masyarakat menmberikan kritikan pedas kepada anggota DPRD. “Karena seharusnya anggota DPRD lebih memprioritaskan kegiatan yang lebih penting yaitu menjawab aspirasi masyarakat,” katanya.
Lanjut Sumolang, dari tujuan dan tempat kunker juga tidak bersentuhan langsung dengan manfaat yang diharapkan masyarakat. “Karena kalau soal permasalahan klaim tanah adat, bisa langsung ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bitung saja, atau ke DPRD di daerah yang ada di wilayah Sulut. Begitu juga dengan sistem transportasi perkotaan. Di Bitung saat ini justru menjadi tempat tujuan dari DPRD daerah lain , karena sistem trasnportasi di Bitung, tergolong baik apalagi Bitung baru-baru ini mendapatkan penghargaan Wahana Tata Nugraha, yaitu penghargaan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepada kota-kota yang mampu menata transportasi publik dengan baik,” katanya dengan nada kecewa.
Sementara itu, Ketua DPRD Bitung Laurensius Supit, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya kemarin, membenarkan adanya kunjungan kerja tersebut. “Hasil kunjungan kerja ini harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” katanya singkat.(kys/vee)






