Ribuan Hektare Hutan di Sitaro Kritis
Topik Terkait
RADARMANADO.COM, ONDONG - Sekira 6.468,76 hektare hutan di Kabupaten Kepulauan Sitaro terbilang sudah kritis. Yakni terdapat Areal Penggunaan Lain (APL) luasnya mencapai 4.912,64 hektar serta Hutan Lindung (HL) dengan luas 1556,12 hektar.
Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan, Ir Novia Tamaka mengatakan, hutan di Sitaro itu semua bisa dikatakan kategori hutan kritis.
“Karena masih banyak lahan milik masyarakat. Hanya ada HL yang terdapat di Gunung Tamata dan Gunung Beganbalo. Apalagi dengan cuaca seperti ini, kami hanya sebatas mengimbau dari hal-hal kecil. Karena kami tidak bisa berbuat apa-apa jika musim kemarau berkepanjangan panjang,” terang Tamaka, kemarin.
Dikatakan Tamaka, untuk mengantisipasi selalu mengadakan penanaman bibit untuk melidungi hutan.
“Untuk melindungi hutan dari lahan kritis, pemerintah membantu masyarakat melalui pemberian bibit di hutan rakyat (HR) sejak 2012. Anggarannya sebesar Rp1 miliar lebih dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” kata Tamaka.
Sementara itu, Kepala Seksi Inventaris dan Perlindungan Hutan Roy Pandawa menuturkan, hutan kritis terjadi karena karena terjadi bencana alam bukan karena dirambah masyarakat. Jika ada masyarakat yang merambah itu milik lahan sendiri.
“Karena di Sitaro tidak ada industri untuk menjual beli kayu jadi kemungkinan besar hutan kritis bukan dikarenakan masyarakat,” tuturnya sembari menambahkan tetap pemerintah saling membantu masyarakat. “Demi menciptakan kelestarian hutan kami menanam bibit ke setiap daerah yang berpotensi kritis,” ujarnya.(crl/scr)





