Calaca Lautan Api, Opa Harun Tinggal Tulang
Topik Terkait
RADARMANADO.COM, MANADO — Sebagian kawasan Lingkungan III, Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang, Manado, berubah menjadi lautan api sekira pukul 08.00 Wita kemarin. Tak kurang dari 55 bangunan rumah dan ruko habis dilalap api yang sangat cepat berkembang di kawasan padat itu.
Nyaris tak ada yang bisa diselamatkan warga pemilik rumah saat api mulai melalap. Jalan kecil di lokasi juga mempersulit tim pemadam kebakaran untuk menaklukkan si jago merah. Puluhan mobil Damkar Pemkot Manado, dibantu unit dari Minut, serta water cannon, plus tangki air swasta mengeroyok api yang terus menjalar. Api baru bisa dijinakkan sekira 10 jam kemudian.
Menurut info, kebakaran bermula dari sebuah kamar kosong di kos-kosan milik Jahra Kaluku. “Saya lihat api sudah membesar. Angin kencang bikin api cept merambat ke rumah-rumah lain yang memang berdempetan,” ujar Yanti, salah satu saksi mata.
Warga langsung bergerak cepat untuk menyelamatkan barang-barangnya. Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal dan barang-barang meraka. Salah satunya pria yang mengaku bernama Kape yang hanya tertinggal pakaian di badan. Barang dan berkas berharga miliknya hangus dilalap si jago merah.
Sementara itu, kebakaran tersebut memakan 1 korban. Harun Isa (73), seorang kakek yang kesehariannya berjualan jagung batang itu berakhir tragis terpanggang dan hanya menyisakan sepasang tulang kaki.
Awalnya, korban bersama istri Nur Umar (60) sedang bersiap untuk berdagang jagung batang di Pasar Bersehati sekira pukul 07.30 Wita. Api dengan cepat membakar rumah kos yang ditinggali korban. Tak sempat lari, sepasang suami istri inipun terjebak di lantai dua.
Panik dengan kejadian itu, Nur menyuruh korban untuk sama-sama melompat ke sungai, namun ajakan itu tidak dihiraukan korban. Dia meminta istrinya melompat duluan, dan menyatakan akan menyusul.
Nur lalu melompat ke sungai. Harun kembali ke dalam kamar dan berupaya menyelamatkan televisinya. Aksi ini membuat dia terjebak dalam kamar dan akhirnya terbakar.
Nur sempat mencari suaminya ke beberapa rumah sakit di Manado, dengan harapan suaminya tertolong dalam kebakaran hebat tersebut. Namun pada Minggu (4/10) sekira pukul 06.00 Wita, warga bersama polisi saat akan membersihkan puing-puing kebakaran, menemukan dua buah tulang kaki. Diduga tulang tersebut bagian dari tubuh Harun Isa yang terpanggang dalam kamarnya.
Tim forensik yang diturunkan Polresta Manado langsung menuju ke lokasi penemuan tulang dan membawanya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Belum ada kepastian apakah dua tulang itu sisa jazad Harun atau bukan.(krb/tr-40)







