Hikyat Bendi yang Tergerus Zaman

Share:

RADARMANADO.COM, Tomohon jauh sebelum dimekarkan, bahkan masih berstatus kecamatan, identik dengan angkutan tradisional bendi (delman, red). Akan tetapi seiring berjalannya waktu, keberadaan angkutan tradisional ini makin berkurang. Bahkan sekarang ini tinggal dihitung dengan jari.

BENDI atau delman sempat menjadi ciri khas Kota Tomohon. Bahkan banyak warga sekitar Tomohon, seperti Manado, senang menuju Kota Bunga hanya untuk menikmati angkutan tradisional ini. Wisatawan manca negera juga berada di Tomohon lebih memilih menggunakan bendi. Karena sejuknya udara Tomohon jika di atas bendi akan lebih terasa. Wisatawan pun akan lebih leluasa menikmati keindahan Tomohon.
Tapi sayang, angkutan tradisonal itu mulai punah. Bendi semakin sulit ditemui. Ini tidak lepas dari kompetisi dengan angkutan lain dan kurangnya perhatian pemerintah. Karena pemerintah tidak lagi melihat bendi sebagai salah satu aset penunjang pariwisata yang perlu dijaga.
Para kusir bendi yang masih bertahan mengungkapkan suka duka mereka ini. Seperti Dolfi Turang, 57, yang sudah 40 tahun lebih berprofesi sebagai kusir bendi.
Kakek tiga orang cucu ini mengatakan, bendi sudah tidak seperti dulu. Bahkan banyak kusir beralih profesi karena bendi tidak menjanjikan lagi. “Kita kalah bersaing dengan ojek dan angkot. Apalagi sudah banyak masyarakat yang memiliki kendaraan sendiri,” katanya.
Pemerintah juga, menurutnya, sudah lebih membatasi gerak-gerik bendi. “Pemerintah mungkin menganggap kita menggangu. Karena kotoran kuda bendi. Sehingga wilayah kerja kita semakin dipersempit. Kita tidak boleh masuk lagi di jalan-jalan tertentu,” jelasnya.
Kusir yang berdomisili di Kelurahan Matani, Kecamatan Tengah ini mengunkapkan, padahal dulu, bendi adalah alat transportasi utama di Tomohon. Bahkan dia sampai mempunyai dua bendi dan tiga ekor kuda. “Kusir bendi waktu itu jumlahnya sampai ratusan. Jalan-jalan Tomohon ramai dengan bendi,” katanya.
Tapi saat ini, mendapatkan Rp50 ribu saja per hari sudah sangat bersyukur. “Nanti kalau ramai bisa sampai Rp100 ribu per hari,” jelasnya.
Opa Dolfi berharap, situasi saat ini menggugah pemerintah Tomohon. Dia meminta pemerintah malah memberikan bantuan kepada warga pemilik bendi. “Supaya tidak ada lagi yang berhenti kerja atau alih profesi. Apaagi banyak kusir yang mengantukan hidup keluarga hanya dengan bendi,” terangnya.
Lanjut Dolfie, musim kemarau saat ini semakin menambah sengsara. Karena untuk mencari rumput hijau untuk makan kuda semakin sulit. “Sekarang rumput-rumput kering, air juga sulit. Lengkaplah derita kami,” akunya.
Ditambah lagi biaya perawatan kuda dan bendi semakin mahal. Pakan kuda harganya terus naik. Bahkan sulit didapat. Bengkel kuku kuda dan bendi juga semakin jarang.
“Yah inilah suka duka kami. Tapi saya masih tetap bersyukur, karena telah menyekolahkan anak-anak dengan bekerja sebagai kusir bendi,” pungkasnya.(***)

Hikyat Bendi yang Tergerus Zaman | Redaksi | 4.5

Berita Lainnya

  • Hari Ini, One Way Trafficc Diberlakukan
    On Saturday, February 6th, 2016 By

    RADARMANADO.COM BERBARIS : Personil lalu lintas Polda Sulut saat menggelar apel persiapan penerapan one way traficc, Jumat (5/2) siang kemarin. foto Fajri/...

  • Mantan Kadispora Sulut Dituntut 5 Bulan Penjara
    On Saturday, February 6th, 2016 By

    RADARMANADO.COM MANADO -Mantan Kadispora Sulut, Steven Liow dituntut 5 bulan Jaksa Penuntut Umum (JPU), terkait kasus penyerobotan tanah milik korban Hans Fransiscus...

  • Warga Tondano Tewas Gantung Diri, Sebelum Keluar, Ucap Selamat Tinggal
    On Saturday, February 6th, 2016 By

    RADARMANADO.COM TONDANO – Warga Kelurahan Kiniar, Kecamatan Tondano Timur, dihebohkan dengan peristiwa gantung diri, Jumat (5/2) pagi. Pria yang teridentifikasi Meki Warouw...

  • Parengkuan Bongkar Kabinet
    On Saturday, February 6th, 2016 By

    RADARMANADO.COM TOMOHON- Tekad Penjabat Wali Kota Tomohon Drs Sanny Ja Parengkuan MAP membongkar kabinet (mutasi pejabat, red) menjadi pembicaraan hangat tidak saja...

  • Mutasi Harus Sesuai Aturan
    On Saturday, February 6th, 2016 By

    RADARMANADO.COM RATAHAN- Kebijakan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Pemkab Mitra) melaksanakan mutasi bagi kepala sekolah (Kepsek) menuai kritikan keras Komisi C Dewan Kabupaten...