Hacker Berbau ISIS di Bitung Masih Misterius
Topik Terkait
RADARMANADO.COM, BITUNG—Hacker berbau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang membobol website www.korpri.bitungkota.co.id masih misterius. Hingga saat ini belum diketahui siapa oknum jahil yang diduga hanya ingin mencari sensasi tersebut. Website resmi Korpri Bitung juga tidak bisa diakses, hingga kemarin.
Sekretaris Korpri Bitung Yohan Kuhu mengatakan, pihaknya masih berupaya mencari teknisi yang bisa mengembalikan website yang diretas itu, serta melacak siapa dalangnya. “Korpri Bitung belum melaporkan resmi ke pihak kepolisian. Saya masih sibuk. Mau upayakan dulu orang yang mampu mengembalikan website itu,” ujar Kuhu, Minggu kemarin.
Ia yakin, oknum hacker tersebut tidak benar-benar anggota ISIS. Dia lebih meyakini, pembobolan itu ulah oknum tidak bertanggung jawab yang ingin mengalihkan perhatian ke isu fundamentalis. “Tapi kami mempertimbangkan akan melaporkan resmi, jika upaya kami tidak berhasil,” katanya.
Terpisah, Direskrimum Polda Sulut Kombes Pol Pitra Ratulangi SIK mempersilahkan Korpri Bitung mengadu ke kepolisian. “Kami belum menerima laporan. Karena itu kalau melapor, bagian cyber crime akan tindaklanjuti,” tutur Ratulangi.
Diketahui, website resmi milik Korpri Bitung diretas oknum tak bertanggung jawab dengan memainkan isu ISIS, sejak Rabu (18/11).
Aksi ini membuat Sekretariat Korpri lumpuh. Karena website korpri.bitungkota.go.id tidak bisa diakses masuk, sementara semua database terkunci.
Terpisah, Ketua Korpri Bitung Drs Edison Humiang MSi yakin, aksi hacker itu punya tujuan tertentu. “Saya percaya ini bukan orang ISIS. Tapi ada oknum yang barangkali mengerti teknologi IT, lalu menggangu website pemerintah,” tutur Humiang.
Sementara itu, sejumlah tokoh agama di Bitung menyeruhkan agar isu ini jangan memprovokasi masyarakat. Mereka sepakat kasus ini diserahkan kepihak berwajib untuk mengusut tuntas siapa dalang sebenarnya.
“Mari kita menjaga ketenangan dan menciptakan kedamaian. Apapun yang bernada provokatif jangan dihiraukan. Torang samua basudara harus menjadi pedoman hidup. Jangan cuma kata-kata,” ujar Haji Yusuf Sultan, tokoh umat muslim Bitung.
Rohaniwan Katolik Pater Yance Mangkey MSC meminta pengguna media sosial, pemilik situs, baik masyarakat sipil maupun pemerintah agar tidak reaktif terhadap serangan hacker serupa. “Kita tidak usah menanggapi terlalu jauh. Tidak perlu membuat status di media sosial bernada provokasi. Karena hacker-hacker kerap memanfaatkan isu-isu sensitif untuk menggangu stabilitas negara, daerah atau kawasan kita. Mereka juga bisa memanfaatkan situasi di daerah menjadi makin tidak nyaman. Jadi marilah kita tetap tenang dan menjaga kerukunan hidup umat beragama,” ajak Mangkey.(kim/vee)





