HJP Disebut ‘Aktor’ Penjegal Imba
Topik Terkait
RADARMANADO.COM, MANADO—Jimmy Rimba Rogi mendapat ujian berat terkait pencalonannya sebagai Calon Wali Kota Manado. Pasalnya, sudah dinyatakan lolos waktu lalu, tapi kini kembali ‘digoyang’ dengan rekomendasi Bawaslu Sulut yang menyatakan dia tidak memenuhi syarat (TMS). KPU Manado juga dikabarkan akan segera menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu itu dengan menganulir pencalonan Imba—sapaan akrab Jimmy Rimba Rogi.
Sas-sus bererdar, Imba memang sengaja digugurkan karena ada pihak-pihak yang merasa terganggu. Salah satu yang menjadi aktor upaya sistematis penjegalan Imba itu disebut-sebut Hanny Joost Pajouw (HJP), calon wali kota dari PDIP.
“Ya, itu sih sudah ramai dibicarakan masyarakat. Karena, elektabilitas Imba di atas, sehingga ada upaya untuk menjegal Imba. Paling banyak disebut-sebut adalah HJP. Alasannya, karena HJP akan terganggu dengan pencalonannya. Sebab, Imba dan HJP punya basis massa yang sama. Sehingga, banyak pendukungnya bisa berpaling ke Imba,” ucap beberapa warga di warung kopi, kemarin.
Di media sosial (medsos) juga ramai bicara soal penjegalan Imba. Sebuah tulisan yang mengatasnamakan Pitres Sombowadile membeberkan, skenario penjegalan Imba sangat sistematis dan masif. “Persoalan ini bermula dengan laporan LSM Perludem soal pencalonan Imba ke Bawaslu RI. Kelihatannya ada pesanan dari HJP,” tulis Pitres.
Setelah itu, kata dia, sudah jelas manuver politik itu tercium ada upaya dalam rangka pemenangan HJP. “Itu dilakukan karena Imba surveinya sudah di atas. Nah, nantinya akan berpengaruh terhadap paslon lain. Pantas diduga bahwa dukungan rakyat Manado itulah yang menjadi alasan niat tak surut dari para penjegal itu,” katanya.
HJP ketika dikonfirmasi terkait tudingan ini membantah tegas. Menurutnya, tidak benar dia salah satu aktor yang ingin menjegal Imba.
“Tidak benar seperti itu. Imba adalah senior saya. Saya dan Imba juga lahir dari pohon yang sama sebagai politisi. Bahkan, saya dilantik Imba menjadi Bendahara AMPG lalu. Jadi persoalan itu, saya tidak pernah mengurus untuk jegal-menjegal. Kita bersaing sehat saja,” tutur HJP.
HJP pula menyatakan, untuk persoalan Imba, ini kembali ke aturan. Apabila aturan mengizinkan, maka Imba bisa menjadi calon di pilwako.
“Kalau pak Imba benar, pasti jadi calon. Ini kan aturan yang bicara. Siapapun dia, tidak bisa menghalangi Imba jadi calon, kalau aturan mengizinkan. Yang saya tahu seperti itu,” ucapnya.
Mengenai informasi di medsos, kata HJP, banyak akun-akun palsu beredar. “Sering kali juga ada orang-orang yang ingin memprovokasi. Padahal tidak seperti itu,” tandasnya.(tim/scr)







