Pencairan Dana Duka Dinilai Warga Berbelit
Topik Terkait
RADARMANADO.COM, MINUT- Pencairan dana duka saat ini dinilai lebih berbelit dan panjang dibanding masa sebelumnya. Sehingga diharapkan pemerintah bisa mempermudah proses pencairan dana duka tersebut. Hal ini dikemukakan 345 orang warga Maumbi yang hadir saat acara reses Wakil Ketua DPRD Minut Denny Wowiling di Desa Maumbi Jaga 4 Kecamatan Kalawat, Sabtu (05/12) sore.
“Kami belum memperoleh dana duka sejak orangtua kami meninggal setahun lalu. Sekarang prosesnya berbelit-belit. Kalau pada masa Ibu Vonnie, keluarga berduka langsung dapat dana duka,” ujar Butje Enoch salah satu warga Maumbi.
Sementara warga lainnya, ibu Rimporok, meminta agar talud air Kiniar agar diperbaiki. Pasalnya warga jaga 4 sudah dua kali terkena banjir. Begitu juga Kumtua Maumbi Jemmy Kalengkongan mengharapkan agar dibangun jalan pintu gerbang Minut yang berbatasan dengan Manado. Yakni di Ringroad dan Kairagi.
“Pintu gerbang memasuki Minut harusnya segera dibangun, agar masyarakat dan pendatang juga wisatawan bisa tau jika sudah memasuki Kabupaten Minut,” ungkap Kalengkongan.
Menanggapi aspirasi soal dana duka, Wowiling mengakui pencairannya lebih mudah di jaman Vonnie Panambunan.
“Kalau dulu ada yang meninggal langsung dikasih pada keluarga berduka. Dan sebenarnya saat ini bisa juga sama seperti yang lalu. Tapi ini akan berubah kalau Minut sudah dipimpin bupati yang baru,” kata Wowiling.
Soal talud, kata Dewo, itu diperjuangkan masuk dalam DAK perubahan 2015. Tapi belum masuk juga. Sementara pintu gerbang Minut sudah dianggarkan Rp2 miliar tapi dipending karena adanya pelaksanaan proyek fly-over Maumbi yang saat ini sedang berlagsung.
“Untuk semua itu pastinya jika kita sudah dipimpin oleh pemimpin yang baru seperti Ibu Vonny pastinya semuanya akan lebih mudah dan pastinya ada jalan keluarnya,” tutup Wowiling. (Jos)





