Produksi Beras Bakal Merosot
Topik Terkait
RADARMANADO.COM, Lolak - Produksi beras di Bolmong pada 2016 diprediksi bakal merosot. Pasalnya, saat musim kemarau beberapa waktu lalu, ratusan hektar lahan sawah mengalami gagal panen.
Menurut Hasirin Mokodompit, salah satu petani Desa Langagon, Kecamatan Bolaang, mengatakan, musim kemarau petani sawah banyak kecolongan. Hasilnya tak sesuai yang diharapkan. Bahkan biaya untuk mengolah sawah petani rugi.
“Rugi besar dan hasilnya selama musim kemarau lahan sawah kami kering. Jadi kemungkinan untuk 2016, beras di Bolmong produksinya akan mengalami penurunan yang sangat merosot. Bahkan saat ini saja harga beras di warung untuk 60 kilogram masih sekitar Rp600-an ribu. Perkilonya kios menjual Rp10ribu hingga Rp11ribu,”ungkapnya Hasirin.
Selain itu, Hasirin menerangkan, stok beras yang masuk di kios rata-rata beras kiriman dari Palu dan Makasar. “Beras di Bolmong masih kurang digilingan. Itu mayoritas perusahaan gilingan padi di Bolmong masih sunyi,” bebernya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Bolmong, Ir Taufik Mokoginta, mengatakan, sekarang sudah waktunya petani memanfaatkan lahan tidur tidak sempat di tanam pada musim kemarau lalu. Terlebih bagi kelompok tani yang mempunyai lahan dan sudah diberikan bibit dari Pemkab Bolmong.
“Bantuan kepada kelompok tani berupa bibit jagung dan padi tentu akan diawasi terus pemerintah sampai ada hasilnya. Jadi bukan tidak diawasi,” tegas Taufik.
Apalagi, kata Taufik, Bolmong merupakan daerah lumbung beras di Sulut dan ini perlu dipertahankan. “Bolmong telah menandatangani MOU (Memorandum of Understanding) target swasembada pangan. Saya pastikan tahun ini beras akan sesuai dengan target,” terang Taufik. (fan)





