PKB Kritisi Masalah Kenyamanan Beribadah

Share:

RADARMANADO.COM, MANADO – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (28/12) pekan lalu, bertempat di Hotel Quality, Manado, menyelenggarakan refleksi Natal 25 Desember 2015 dan Tahun Baru 1 Januari 2016. Kegiatan dibuka dengan doa, yang dipimpin Pendeta Rattu Mangala MTH.
Ketua Umum (Ketum) DPP PKB Muhaimin Iskandar melalui Wasekjen Nunuk Nur Hamidah dalam sambutannya mengatakan, dinamika sosial-politik masa kini, sesungguhnya menjadi momentum bangsa memasuki fase konsolidasi yang ditandai ruang keterbukaan bagi warga masyarakat mengagregasikan kepentingan dalam rangka mengakses sumber daya politik, ekonomi, sosial-budaya, dan lain-lain. Sebagaimana prinsip dalam konstitusi Negara Republik Indonesia yang menjamin setiap penduduk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya. Selain itu, setiap warga Negara juga berhak mendapatkan pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal yang layak serta terlindungi hak berkreasi dalam membangun suatu peradaban. “Beberapa tahun ini, acapkali kedamaian bangsa ini terusik oleh berbagai persoalan, sehingga memicu konflik horizonatal yang membawah simbol agama. Termaksud kasus penyerangan sebuah komunitas Syi’ah di Sampang, Gereja HKBP Filadelfia di Bekasi, kasus Tolikara dan kasus pembangunan Masjid Nur Musafir di Batulpat di Kupang dan sebagainya. Setiap konflik sosial melibatkan simbol agama, tidaklah berdiri sendiri namun yang perlu diwaspadai munculnya kepentingan politik transnasional. Maka itu penting penguatan kesadaran masyarakat lintas agama, untuk hidup berdampingan dan berperan secara konstruktif. Jangan diceraiberaikan oleh gerakan pemikiran yang tidak kontekstual. Bagaimana bangsa ini membentengi arus masuk pemikiran yang radikal-fundamental,” kata Nunuk Nur Hamidah.
Mencermati berbagai persoalan tersebut, lanjut Nunuk. Menurutnya, harus ada sikap konkrit yang perlu dilakukan dengan tidak melepaskan budaya politik NU melalui metodologi Ahlusunnah Waljamaah, yang secara prinsip kebangsaan diadaptasikan dalam dasar perjuangan (Mabda Siyasi) Gus Dur dengan menempatkan nilai kemanusiaan sebagai komponen mendasar menciptakan persatuan, kesatuan, kedamaian, dan harmoni spritualitas lintas agama. “Sebagaimana pesan Gus Dur pada perayaan Natal Desember 1999 di Istora, Senayan Jakarta. ‘Saya adalah seorang yang meyakini kebenaran agama saya. Tetapi ini tidak menghalangi saya untuk merasa bersaudarah dengan orang yang beragama lain di Negeri ini, bahkan dengan sesama umat manusia. Ragam tradisi, adat istiadat bahkan modernisasi harus menjadi instrument perekat perdamaian, jangan menceraihberaikan kita dari sudut kerohanian’. Pemikiran inspiratif ini, mari kita jadikan momentum refleksi hari Natal, sekaligus Tahun Baru 2016,” ajak aktivis perdamaian ini.
Sementara, Ketua DPW PKB Sulut Greetty Tielman mengajak masyarakat memaknai Natal dengan membangun harapan hidup bersama, yang berlandaskan cinta kasih. Hal itu juga menurutnya, sebagaimana yang ditegaskan Ketum DPP PKB. “Mari kita teladani juru selamat kita, yakni Jesus Kristus bagi kami yang umat nasrani, dan Isa Almasih bagi umat muslim. Karena ketika di dunia, senantiasa menyuarahkan tentang pentingnya memperkokoh tali persaudaraan tanpa memandang latar belakang, pentingnya membangun rasa peduli kepada orang yang memerlukan pertolongan tanpa mempersoalkan perbedaan, pentingnya menaburkan rasa nyaman dan rasa damai antar umat beragama sebagai keluarga Allah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di 2016,” jelas owner Grub Band Rohani ‘Tielman Sisters’ itu.
Dia berharap melalui refleksi Natal dan Tahun Baru ini semakin menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan serta damai sejahtera. Karena menurut Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Minahasa ini, DPP PKB bersama tokoh-tokoh lintas agama diseluruh wilayah Indonesia tidak akan pernah berhenti menyeruhkan kepada segenap pengurus, anggota, simpatisan, dan teristimewa kepada seluruh masyarakat Indonesia, agar tidak henti-hentnya memperteguh soliditas dan solidaritas serta membangun toleransi antar sesama anak bangsa, yang memiliki latar belakang berbeda-beda dan terus bekerja keras dalam mengisi pembangunan guna mencapai kesejahteraan bersama. “Mari kita menjaga kearifan lokal, nilai tradisi, adat istiadat di tengah perbedaan dalam interaksi sosial sebagai perekat perdamaian dengan tetap merespon nilai-nilai yang terkandung pada acara refleksi ini, sehingga terjaga keharmonisan spiritualitas lintas agama, yang dimanifestasikan dalam ragam aksi pembangunan lingkungan, kependudukan, seni budaya, dan mengefektifkan forum komunikasi umat beragama secara efektif,” pinta Tielman.
Kegiatan dilanjutkan dengan dialog, yang melibatkan narasumber dari usur sejarawan dan budayawan Sulut Reiner Ointoe, dan usur akademisi Rektor Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) Pdt Prof Dr Richard Siwu MA PhD.
Setelah itu dilakukan pemasangan lilin Natal, sebagai simbol perdamaian yang dimulai oleh Wasekjen DPP PKB Nunuk Nur Hamidah, Ketua DPW PKB Sulut Greetty Tielman, Rektor UKIT Sulut Pdt Prof Dr Richard Siwu MA PhD, dan Pendeta Merry Gerungan Muntu MTH, serta dilanjutkan beberapa tokoh akademisi, agama, masyarakat, dan pemuda. (but/kim/*)

PKB Kritisi Masalah Kenyamanan Beribadah | Redaksi | 4.5

Berita Lainnya

  • Hari Ini, One Way Trafficc Diberlakukan
    On Saturday, February 6th, 2016 By

    RADARMANADO.COM BERBARIS : Personil lalu lintas Polda Sulut saat menggelar apel persiapan penerapan one way traficc, Jumat (5/2) siang kemarin. foto Fajri/...

  • Mantan Kadispora Sulut Dituntut 5 Bulan Penjara
    On Saturday, February 6th, 2016 By

    RADARMANADO.COM MANADO -Mantan Kadispora Sulut, Steven Liow dituntut 5 bulan Jaksa Penuntut Umum (JPU), terkait kasus penyerobotan tanah milik korban Hans Fransiscus...

  • Warga Tondano Tewas Gantung Diri, Sebelum Keluar, Ucap Selamat Tinggal
    On Saturday, February 6th, 2016 By

    RADARMANADO.COM TONDANO – Warga Kelurahan Kiniar, Kecamatan Tondano Timur, dihebohkan dengan peristiwa gantung diri, Jumat (5/2) pagi. Pria yang teridentifikasi Meki Warouw...

  • 2015, 112 Pasutri Minut Bercerai
    On Saturday, February 6th, 2016 By

    RADARMANADO.COM MINUT- Perceraian pasangan suami dan istri (Pasutri) Kabupaten Minut tinggi. Data yang dirangkum di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Minut...

  • Penerima Bantuan KUBE Meningkat
    On Saturday, February 6th, 2016 By

    RADARMANADO.COM BOLSEL-Jumlah penerima Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang dianggarkan Pemkab melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Dinsosnakertrans), lebih banyak dibanding tahun...