GSVL Pemicu Pilkada Dipersulit

Share:

RADARMANADO.COM MANADO-Wali Kota Manado periode 2010-2015, GS Vicky Lumentut (GSVL) dituntut mempertanggungjawabkan secara verbal cara dia memimpin rakyat Manado dan mengelola pemerintahan selama lima tahun. Ketua APEKSI ini dianggap sosok yang paling bertanggung jawab atas kegagalan tahapan pencoblosan, yang merupakan bagian dari Pilkada 9 Desember 2015. Banyak pihak menilai, persoalan pilkada kali ini, bukan sebab eksternal, semisal kasus Jimmy Rimba Rogi (Imba). Tapi kepemimpinan GSVL dan pola pemerintahannya. “GSVL terlanjur menanam pengabdian tanpa pamrih. Delapan programnya berjalan tanpa sendat. Interaksi dan komunikasi berbalut kerendahan hati. Disemprot beragam isu hukum dan politik, GSVL malah sambut dengan lapang. Elemen kepribadian inilah yang memicu elektabilitas dan tingkat keterpilihan GSVL tak bisa dihadang. Ini yang membuat lawan politik menempuh jalur pragmatis,” papar pengamat hukum, Tommy Sumelung SH, dalam sebuah diskusi lepas bertajuk ‘Meluruskan Pikiran Sesat Birokrat-Legislator Penunda Pilkada’, di bilangan Megamas, Manado, Jumat kemarin.
Kata Sumelung, per 8 Desember 2015, persentase elektabilitas dan tingkat keterpilihan GSVL menembus 48 persen dengan jumlah empat pasangan calon (paslon). Itu berdasarkan semua hasil survei internal Demokrat maupun partai-partai politik lain. “Andaisaja elektabilitas GSVL itu, ibarat tombol volume musik, rakyat akan minta dia turunkan sedikit agar semua lawan punya elektabilitas sama rata. Sehingga pilkada jalan. Cuma sayang, yang ditanam GSVL, sudah dipanen rakyat Manado. Hanya rakyat yang bisa menurunkan elektabilitas GSVL,” singgung Sumelung.
Mengenai fenomena penolakan pilkada kata Sumelung, itu disutradarai pihak yang gemas dengan materi paslon di masing-masing partai pengusung. “Saya lihat ada yang kecewa dengan materi paslonnya. Penolakan, dalih payung hukum itu cuma kamuflase menyederhanakan masalah. Sisi yang menonjol di pilkada itu, ada partai politik ragu dengan paslon mereka. Sehingga lahirlah wacana Pilkada 2017 dengan beragam alasan aneh-aneh,” tandas Sumelung. (*)

GSVL Pemicu Pilkada Dipersulit | Redaksi | 4.5

Berita Lainnya