Kantong Plastik Harus Bayar Sampah Plastik, Sulut Akan Minta Lebih Mahal

Share:

RADARMANADO.COM Ujicoba penerapan kantong plastik berbayar oleh pemerintah di supermarket dan pusat perbelanjaan modern diharapkan juga dilakukan di Sulut.
Ujicoba aturan di mana para pembelanja ditarik biaya Rp200 untuk setiap kantong plastik yang mereka gunakan untuk belanjaan mereka itu diresmikan Presiden Jokowi dalam kegiatan Car Free Day di Jakarta, kemarin.
Ujicoba yang dilakukan serempak di 17 kota tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Sampah Nasional. Semula ada 22 kota yang akan ikut ujicoba tersebut, tapi 5 kota lainya batal karena belum siap.
“Semestinya Sulut juga ikut melakukan hal ini.” Pernyataan ii dilontarkan sejumlah netters di media sosial, kemarin.
Para pedagang ritel modern mendukung upaya ini. “Saat ini ada sekira 35 ribu peritel modern yang siap melakukannya,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mande.
Penarikan biaya kantong plastik ini bukan untuk memberatkan konsumen, tapi untuk mengurangi limbah kantong plastik. Konsumen bisa membawa sendiri kantong plastik dari rumah.
Plastik dikenal sebagai bahan yang sangat tak ramah lingkungan, karena tak bisa terurai secara alamiah.
Sementara itu, Kepala BLH Sulut, Roy Mewoh, mengatakan sudah berencana akan mengujicoba hal ini. “Dalam waktu dekat kami akan adakan pertemuan dengan para pengusaha ritel, bersama instansi terkait,” tuturnya via ponsel.
Dia juga menyatakan walau secara umum sudah disepakati harga kantong plastik Rp200, Sulut kemungkinan akan meminta lebih mahal. “Supaya warga bisa Turut membantu mengatasi menurunkan jumlah limbah kantong plastik,” tandasnya.(ddt)

Kantong Plastik Harus Bayar Sampah Plastik, Sulut Akan Minta Lebih Mahal | Redaksi | 4.5

Berita Lainnya