SVR ‘Ampuni’ Viktor Cs, Take Over Semua Jabatan
Topik Terkait
RADARMANADO.COM Partai Golkar (PG) Sulut mulai menegaskan soliditas partai setelah dua kubu baik Aburizal Bakrie (ARB) dan Agung Laksono memutuskan kembali ke Musda Riau. Wujud soliditas itu, struktur PG Sulut merangkul semua kader yang selama ini terbelah. Berbagai sumber di internal peserta Musyawarah Daerah (Musda) PG Sulut menginformasikan, upaya merangkul semua kader tidak gampang. Konon, beberapa pengurus yang menyeberang ke kubu Agung (Munas Ancol), masih sulit dimengerti Ketua PG Sulut Stefanus Vreeke Runtu (SVR), untuk diakomodir lagi. Diskusi Senin malam di GKIC memang alot, karena SVR harus merangkul lagi Nini Tumbuan yang terlanjur memegang jabatan Ketua PG Minsel versi Munas Ancol berdasarkan SK Agung Laksono. Sementara Ketua PG Minsel versi ARB (Munas Bali) sudah dijabat Roby Sangkoy. “Dilema datang, ketika kembali ke Munas Riau, SVR diharuskan memilih mempertahankan Sangkoy atau mengembalikan Nini Tumbuan,” ungkap sumber resmi, di Manado, Senin kemarin.
Kemudian, atas isyarat ARB, SVR diminta mencabut SK PG dari tangan Sangkoy. Sumber itu mengutarakan, Nurdin Halid sempat memediasi agar semua kader yang membelot diakomodir lagi lalu diterbitkan SK DPP yang baru, untuk memegang jabatan baru. “Rupanya Ketua PG Minsel akan kembali ke tangan Nini Tumbuan. ARB sudah isyaratkan SK DPP,” ungkap sumber.
Selain Nini Tumbuan, ada juga Viktor Mailangkay yang sebelumnya disebut-sebut sebagai Ketua PG Sulut versi Agung Laksono. Hanya saja kehadiran Viktor, Senin malam dalam kapasitas sebagai organisasi pendiri Golkar. “Saya hadir sebagai Soksi Golkar,” tegas Mailangkay.
SVR, via ponsel pribadinya menerangkan, semua kader Golkar dirangkul atas petunjuk ARB. “Demi soliditas dan kemajuan partai, kami rangkul seluruh. Tidak ada lagi kubu-kubuan. Jabatan yang dipegang Nini Tumbuan dan lain-lain, DPD 1 PG Sulut ambilalih. Kami take over untuk kepentingan Golkar ke depan,” tutur SVR. (*)






