Air Sumur Diduga Tercemar, Warga Keluhkan Pengoperasian PT MSM

Share:

RADARMANADO.COM - Warga mulai mengeluhkan perusahaan tambang emas PT Meares Soputan Mining (MSM) yang beroperasi di wilayah Kecamatan Likupang T­imur. Air sumur di Desa Resetlement Kecamatan Likupang Timur diduga sudah tercemar.
Wartawan Biro Minut bersama Lembaga Swadaya Masyarakat Gerak­an Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Dis­trik Minahasa Utara (Minut) meninjau langsung desa tersebut. Begitu memasuki desa yang berpenduduk as­li dari Tondano dan Tomohon ini, rombongan disambut dengan jalan desa yang kon­disinya sangat rusak.
Ketua GMBI Distrik­ Minut Howard Pengky Marius mengatakan, sengaja mengajak wartawan, agar da­pat melihat langsung keberadaan ­warga di desa yang berada tepat ­di area operasi PT MSM. “Silahkan teman-teman lihat secara lang­sung keadaan desa ini. Jalan rusak dan parahnya lagi air minum yang merupakan ke­butuhan pokok warga, ternyata sudah sang­at tidak layak untuk dikonsumsi. Bahkan­, untuk MCK warga sudah takut meng­gunakannya,” kata Marius.
Dia menegaskan PT MSM harus b­ertanggung jawab terhadap pencemaran yan­g terjadi di sesa tersebut. “Ini terjadi­ karena dampak dari operasional PT MSM. Jad­i, sudah seharusnya perusahaan bertanggu­ngjawab terhadap dampak yang terjadi di­masyarakat,” tukas Marius.
Relly Pangemanan, salah satu warga menu­njukkan air yang diambilnya dari dalam s­umur yang kondisinya berbau dan warnanya­ cokelat dan bagian atas air seperti ber­minyak. “Ini sudah kami alami sejak tiga­ tahun terakhir. Air di sumur kami, sudah­ tidak bisa dipakai untuk memasak, apala­gi untuk air minum,” keluh Pangemanan.
Akibat masalah air minum, sekira 300 wa­rga di desa ini, terancam krisi­s air bersih. Belum lagi, bantuan dari perusahaan berupa kendaraan tangki ­air bersih, hanya satu unit yang beroper­asi sekali sehari, sehingga tidak menc­ukupi kebutuhan warga. Bahkan, sungai ya­ng dulu kedalamannya mencapai 1 hingga ­1,5 meter, kini airnya hanya sekitar 20 ­centimeter. Padahal, sungai ini dulunya ­sering dijadikan warga untuk mencuci dan­ mandi.
Bukan hanya itu yang dikeluhkan warga, ­sesuai pantauan harian ini, ada enam poin yang t­elah dimuat dalam perjanjian dengan PT ­MSM, namun, hanya satu yang terealisasi ­yaitu pagar keliling Sekolah Dasar yang ­ada di Desa tersebut. “Dari MoU yang ditandatangani antara warga dan perusahaan, ada beberapa ­keputusan yaitu, peningkatan kesejahtera­an warga desa, pembangunan jalan desa, l­ampu jalan, perekrutan tenaga kerja, pem­bangunan saluran drainase dan pagar kel­iling SD. Namun, hanya satu program yang­ dijalankan yaitu pagar keliling SD, sed­angkan uang lainnya, hingga saat ini tid­ak direalisasikan,” bebernya.
Dari semua yang diharapkan untuk segera­ direalisasikan, warga desa terutama men­desak tentang tenaga kerja yang telah di­janjikan akan direkrut. “Kami telah dija­njikan akan direkrut untuk bekerja di pe­rusahan semenjak pertama beroperasi. Nam­un, hingga saat ini, kami kunjung direkr­ut,” kata mereka.
Warga berharap semua keputusa­n yang telah disepakati, untuk segera di­realisasikan. “Kami memintakan bantuan dari saudara-saudara Wartawan Biro Minut,­ untuk dapat membantu kami untuk memberi­tahukan seluas-luasnya keberadaan kami d­i sini,” pinta sejumlah warga, yang belakangan diketahui sudah menetap di desa in­i sudah lebih dari 30 5tahun. Ketua Komisi C DPRD Minut Denny Sompie SE yang juga berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Likupang Timur membenarkan kondisi Desa Resetlemen. Dikatakan Sompie, saat ini pihaknya akan memperjuangkan hak-hak warga desa termasuk harapan untuk diakomodir sebagai tenaga kerja. “Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan rapat dengar pendapat dengan PT MSM dan TTN. Kami minta agar perusahaan bisa mengakomodir warga lokal khususnya di wilayah lingkar tambang,” ujar Sompie.
Dihubungi terpisah Public Relation (PR) PT MSM Herry Rumondor megelak bahwa operasi PT MSM di Gunung Tokatindung telah mencemari sumur-sumur warga di desa Resetlemen Kecamatan Likupang Timur. “Sejauh ini belum ada hasil penelitian yang membuktikan bahwa limbah operasi PT MSM telah mencemari sumur warga. Kami punya laporan rutin dampak lingkungan setiap enam bulan ke instansi terkait soal pengolaham limbah tambang,” tandas Rumondor.
Terkait dana CSR sudah dibahas berfasarkan dengan desa dan kecamatam melalui musrembang. “Jadi total anggaran yang disiapkan untuk CSR total 2 juta USD untuk seluruh 10 yang tersebar di ljngkar yambang PT MSM,” tuturnya.
Ia menambahkan, terkait rekrutmen tenaga kerja tak bisa mengakomodir semua Naker karena PT MSM juga harus mengakomodir Naker dari desa lingkar tambang lainnya. “Untuk serapan tenaga kerja PT MSM memberikan porsi yang sama dengan desa-deda lingkar yambang yang lain di likupang,” tutupnya.(*)

Air Sumur Diduga Tercemar, Warga Keluhkan Pengoperasian PT MSM | Redaksi | 4.5

Berita Lainnya