Dinkesos Target PIN Polio 100 Persen, 5.523 Anak bakal Divaksinasi

Share:

RADARMANADO.COM - Imunisasi merupakan upaya pencegahan yang terbukti sangat efektif. Karena banyak kematian dan kecacatan yang disebabkan penyakit dapat dicegah dengan imunisasi. Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial ( Dinkesos) Kota Tomohon dr Deesie V Liuw M Biomed melalui Sekretaris Dinas dr Jhon Lumopa mengatakan, polio secara global akan memberi keuntungan secara finansial, dengan biaya jangka pendek yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan eradikasi tidak akan sebanding dengan keuntungan yang akan didapat jangka panjang. “Sebab tidak akan ada lagi anak-anak yang menjadi cacat karena polio. Sehingga biaya yang diperlukan untuk rehabilitasi penderita polio dan biaya untuk imunisasi polio dapat dikurangi,” ujar Lumopa, di ruangannya, Selasa (8/3).
Dia pun mengatakan, melakukan PIN Polio pada anak usia 0-59 bulan untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi seluruh anak terhadap virus polio.” Penyelenggaraan PIN Polio berdasarkan Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, Peraturan Menteri Kesehatan RI no 42 Tahun 2013 tentang penyelenggaraan Imunisasi serta surat edaran No HK 03 03/Menkes/545//2014 tentang sinergitas penyelenggaraan Imunisasi di Pusat dan Daerah, ” jelas Sekretaris Dinkesos.
Menurutnya, PIN Polio adalah pemberian imunisasi tambahan polio kepada kelompok sasaran imunisasi untuk mendapatkan imunisasi polio. Ini juga tanpa memandang status imunisasi yang dilakukan berdasarkan hasil evaluasi program dan kajian epidemologi. “Dengan tujuan umum pelaksanaan kegiatan yaitu tercapainya eradikasi polio di dunia akhir tahun 2020. Serta tujuan khusus memastikan tingkat imunitas terhadap polio di populasi cukup tinggi dengan cakupan lebih besar 95 persen, memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada kelompok umur 0-59 bulan terhadap kemungkinan munculnya kasus polio yang disebabkan oleh kasus virus polio Sabin, ” terang Lumopa.
Selanjutnya Pelaksanaan PIN Polio yakni melalui perencanaan pembiayaan dan logistik, penyusunan pedoman teknis, penyusunan media KIE, Sosialisasi dan pelatihan secara berjenjang, advokasi, sosialisasi dan koordinasi pra pelaksanaan, monitoring persiapan pelaksanaan.” Pelaksanaan PIN Polio 8-15 Maret 2016 dan monitoring evaluasi pasca pelaksanaan. Selanjutnya pelaksanaan yang dimulai hari ini (red kemarin) hingga 15 Maret 2016. Sasarannya, semua anak usia 0-59 bulan tanpa memandang status imunisasinya.
PIN dilaksanakan di Puskesmas-puskemas dengan melibatkan dinas pendidikan, PKK, Kantor Departemen agama. Dengan pembiayaan yang bersumber dari anggaran APBN, APBD dan sumber lain yang tidak mengikat dan sah menurut ketentuan yang berlaku.
Selanjutnya, Lumopa menjelaskan PIN Polio di Kota Tomohon akan melayani lima kecamatan dan 44 kelurahan. ” Melalui tujuh Puskesmas seperti PKM Tinoor akan melayani empat kelurahan, PKM Kakaskasen melayani enam kelurahan, Puskesmas Taratara melayani delapan kelurahan, Puskesmas Matani melayani sembilan Kelurahan, Puskesmas Rurukan melayani lima kelurahan, Puskesmas Lansot melayani tujuh kelurahan dan Puskesmas Pangolombian melayani lima kelurahan.
Kemudian, Lumopa menggungkapkan, untuk sasaran PIN Polio di Kota Tomohon berjumlah sekira 5.523 anak dengan usia 0 sampai 59 bulan.” Berharap agar target bisa dicapai seratus persen,” ungkapnya sembari mengajak, seluruh masyarakat yang memiliki anak usia 0-59 bulan agar membawa anak-anak mereka ke pos PIN Polio dan pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi. (*)

Dinkesos Target PIN Polio 100 Persen, 5.523 Anak bakal Divaksinasi | Redaksi | 4.5

Berita Lainnya