KPU Pura-pura Si Bolang? Panwascam Bocorkan Sponsor Dana
Topik Terkait
RADARMANADO.COM - Kondisi kocek KPU Manado dinformasikan benar-benar parah. Lembaga penyelenggara ini, pasca momentum pencoblosan 17 Februari 2016 lalu, praktis tak punya apa-apa lagi, kecuali rasa percaya diri. KPU diberitakan nyaris bangkrut. Biaya pilkada nihil bahkan hampir minus (berhutang). Namun publik tak menyangka, lembaga yang menyatakan diri susah dari segi finansial, malah tak pernah absen dalam setiap urusan di Jakarta.
Muncul kecurigaan publik, siapa sih ‘orang baik’ di belakang KPU Manado. Dengan jumlah personil lima orang, lalu sekali take off ke Jakarta, biaya tiket dan menginap di hotel, praktis banyak pihak belum yakni KPU punya dana tersendiri. Malah sebagian kalangan menduga, KPU punya dana siluman atau ada sinterklas pembawa berkat di masa-masa transisi, menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai PHP Kepala Daerah Kota Manado. “Ini yang saya bingung. KPU dan semua kelompok penyelenggara bilang susah uang. Belum terima honor. Hampir sekarat. Tapi kok kelihatan senang-senang saja mereka di Jakarta. Saya dengan tidur di hotel berbintang. Dapat kado dari sponsor 25 juta per orang malah. Susah itu? Tidak ada uang itu? Atau pura-pura jadi si bolang barangkali. Biar dunia tahu, KPU susah dan butuh uluran tangan sponsor,” tutur salah satu pejabat yang berurusan dengan keuangan publik, Rabu kemarin, via ponsel ke Radar Manado.
Pejabat ini sebetulnya menyatakan ingin solider dengan KPU Manado. “Saya sih sebetulnya, ada rada sayang, rasa solider dan pengin bantu. Tapi yang bikin saya gemas itu, mereka (KPU) agak nakal urus pilkada. Mau cepat-cepat tapi tidak mau tahu dengan urusan kemudian hari. Nah bagaimana saya mau jatuh hati, kalau mereka sendiri seperti tidak mau bangun komunikasi yang enak di hati. Tapi sudahlah, semoga KPU berhasil dan Pilkada kali ini jadi pelajaran berikut,” jelas pejabat itu.
Dugaan pejabat ini, makin kuat. Sebab, pesan singkat oknum yang mengatasnamakan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) sempat sasar nomor kontak Radar Manado, Selasa lalu. Pesan yang dikirim via ponsel itu, berisikan nilai entertaint yang diberi sponsor agar KPU tampil memukau selama sidang gugatan pasangan Harley Mangindaan-Jemmy Asiku (Ai-JA) di MK. Nilainya sama dengan perkiraan pejabat publik. “…keberangkatan KPU ke Jakarta dibiayai oleh …. (maaf tak disebut), dengan tiket pesawat dan akomodasi di Jakarta per orang 25 juta. Dan kalau sukses ada bayaran yang lebih fantastis. Memang mantap para penyelenggara baik KPU dan jajarannya serta Bawaslu Sulut dan Panwaslu Manado,” begitu tulisan oknum Panwascam yang mengaku punya bukti transaksi dan foto pertemuan.
Meski demikian tidak sedikit pihak yang merasakan KPU betul-betul susah. Dua anggota DPRD Kota Manado, yang kebetulan ikut ramai ke MK memberi testimoni soal personil KPU. “Kasihan mereka bro (wartawan,red). Saya saksikan langsung. Susah memang susah. Tidur lima orang satu kamar. Uang mereka patungan. Makan cari di pinggir jalan. Ini bukan bohong. Saya ketemu langsung memang, saat mereka sedang cari makan,” jelas sumber legislator Manado, Rabu kemarin di dewan.
Mengenai sinyalemen ada anggaran entertaint yang disodor sponsorship, KPU malah terkejut. “Ah dari mana lagi informasi itu? Silakan dibuktikan saja kalau itu benar. Tidak ada sponsorship dari pihak manapun. Kami juga sadar sebagai penyelengara Pilkada tidak bisa sembarangan menerima sumbangan dalam bentuk apapun apalagi kalau itu berkaitan dengan tugas dan tanggungjawab,” tegas lima komisioner KPU Manado secara serentak, Rabu malam, di sela-sela rapat evaluasi Pilkada Sulut, di Hotel Peninsula.
Merekapun menuturkan, selama ini tiap personil KPU memakai uang pribadi, patungan untuk operasional di Jakarta. (*)





