Anak Buah Wiranto Tersinggung Berat
Topik Terkait
RADARMANADO.COM - Berita mubazirnya agenda fit and proper test (FPT) atau uji kelayakan yang digelar Partai Hanura Sulut, membuat struktur partai geram. Beberapa anak buah Wiranto merasa tersinggung. Sekretaris DPD Hanura Sulut Selvi Pondaag menuturkan, FPT sebenarnya wajib dibuat. Sebagai calon Ketua DPC, semua kandidat harus menjalankan FPT. “Yang sebagai calon itu, adalah mereka yang sudah FPT,” tegas Selvi.
Ia menegaskan, DPD hanya bertugas menjalankan FPT. “Yang menguji kelayakan adalah DPP langsung. Perwakilannya 3 orang,” kata Selfi, kemarin malam. Hasil FPT kata Pondaag, akan dibawa ke DPP. “Dan akan dirapatkan di DPP. Bersama tim penjaringan DPP untuk meminta rekomendasi Ketua Umum DPP Hanura,” pungkas Pondaag.
Penjelasan Pondaag ini, menanggapi tudingan sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) yang merasa FPT kali ini cuma agenda normatif. Sebelumnya, beberap pegurus PAC, Sabtu pekan lalu, menuturkan, menfaat FPT sebagai syarat awal Musyawarah Cabang (Muscab) setara kabupaten/kota, tidak mengenai pada kepentingan muscab. Menurut mereka, kandidat yang akan menukangi Partai Hanura di kabupaten/kota, sudah berhubungan langsung dengan pemegang rekomendasi di tingkat DPP. “Jadi sebetulnya FPT yang dibuat DPP itu cuma gagah-gagahan. Karena ada rekom DPP untuk figur yang sudah ditunjuk,” ungkap sumber internal Hanura Manado, Sabtu pekan lalu di Manado, usai memantau FPT di Hotel Ibis Manado.
Sumber lain membocorkan, untuk DPC Hanura Manado, ada 9 PAC yang merasa rekomendasi DPP tidak bisa dianulir. Anjuran internal partai untuk memilih sosok non-legislator juga tidak bisa. “Apa gunanya lagi FPT. Kalau ada rekom DPP,” sentil salah satu dari 9 PAC se-Kota Manado.
DPP Partai Hanura juga hadir dari FPT, pekan lalu di Hotel Ibis, Manado. Tercatat, sekira 45 nama sempat mendaftarkan diri menjadi calon Ketua DPC Hanura di 15 kabupaten/kota.
Setidaknya ada 45 nama yang mendaftarkan diri untuk maju sebagai calon ketua. Ketua DPP Hanura Bidang Keanggotaan Tien Aspazier menuturkan, FPT bertujuan agar partai sungguh-sungguh membesarkan partai. “Semua pengurus harus betul-betul bekerja untuk partai dan rakyat,” pinta Aspazier. Ia tampak mendampingi peserta FTP. (*)



