Munaslub Golkar 7 Mei 2016, SVR: Semua Berpeluang

Munaslub Golkar 7 Mei 2016, SVR: Semua Berpeluang

0
BAGIKAN
Stefanus Vreeke Runtu

RADARMANADO.COM - Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar (PG) Aburizal Bakrie (ARB), mengemukakan, Munaslub akan dilakukan tanggal 7-8 Mei mendatang. Pulau Bali dipilih sebagai tempat berlangsungnya penyelenggaraan Munaslub. “Munaslub dilakukan 7 Mei di Bali. Apakah bisa disetujui?” tanya ARB dalam rapat pleno DPP Partai Golkar di kantor Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (7/4) petang. Atas pertanyaan tersebut, peserta rapat serentak kompak menjawab, “Setuju…”. Tak menunggu lama, ARB pun ketok palu sebagai sebuah keputusan rapat.
Rapat pleno ini dihadiri hampir seluruh pengurus hasil Munas Bali yang sudah mengakomodasi kubu Munas Ancol. Kader Golkar pun menyambut baik adanya kepastian soal Munas. Rapat pleno hari ini adalah tahap awal menunju penyelenggaraan Munas. “Kami gembira karena hari ini dilakukan rapat pleno. Ini sudah ditunggu lama karena sebagai tahapan awal menuju Munas,” kata Melchias Marcus Mekeng.
Melky yang saat ini menjadi Ketua Tim Pemenangan Calon Ketua Umum (Caketum) Airlangga Hartarto (AH) mengemukakan, Munas menjadi keharusan sebagai bentuk rekonsiliasi permanen atas konflik yang terjadi selama lebih dari satu tahun terakhir.
Munas, kata dia, sangat perlu untuk kebangkitan Golkar. Dengan pemimpin baru diharapkan bisa mengangkat kembali citra Golkar yang saat ini sudah terpuruk 50 persen dari hasil pemilu 2014 lalu. “Munas nanti harus benar-benar berjalan demokratis. Rakyat menunggu babak baru di partai Golkar,” tutur anggota Komisi XI DPR ini.
Kader Golkar lainnya, Melki Laka Lena mengapresiasi sikap Aburizal Bakrie (ARB) dan Agung Laksono (AL) yang membuang ego masing-masing untuk kepentingan Golkar. Keduanya telah sepakat mengakhiri konflik dan tidak akan mencalonkan diri lagi di Munas mendatang.
Dia yakin PG akan segera bangkit setelah Munas. Para kader siap mendukung Ketua Umum (Ketum) terpilih. “Munas sebagai titik balik kebangkitan Golkar. Kami gembira proses itu sudah mulai dilakukan,” tutur Laka Lena.
Tokoh kontroversial Nurdin Halid (NH) terpilih sebagai Ketua Pengarah (Steering Committee-SC) Munaslub Partai Golkar (PG). NH dibantu Agun Gunanjar yang sebelumnya masuk kepengurusan hasil Munas Ancol-Jakarta.
Penetapan NH dilakukan dalam rapat pleno DPP PG di kantor Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (7/4). Rapat dipimpin langsung Ketum PG Aburizal Bakrie (ARB), dihadiri hampir seluruh pengurus hasil Munas Bali yang sudah mengakomodasi kubu Munas Ancol. Rapat berlangsung hanya 1 jam dari pukul 15.00-16.00 WIB.
ARB dalam paparannya menjelaskan, penanggung jawab Munaslub adalah dirinya, dibantu Wakil Ketum Agung Laksono. Adapun Ketua Penyelenggara Munaslub adalah Theo Sambuaga. “Ketua SC saudara Nurdin dan Sekretarisnya Agun Gunanjar. Sementara Ketua Pelaksana (organization committee-OC), saudara Zainudin Amali dan Sekretarisnya Erwin Aksa. Apakah disetujui?” tanya ARB.
Peserta rapat pleno langsung menyatakan persetujuan. Tidak ada satu penolakan dari peserta terhadap figur NH sebagai Ketua Pengarah Munaslub Partai Golkar.
Sebelumnya, NH sebagai Ketua SC dalam Munas di Bali, sekitar 1,5 tahun lalu. Banyak peserta protes karena NH melakukan rekayasa dan intimidasi atas perjalanan Munas sehingga tidak demokratis.
Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menginginkan sebelum pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Bali, 7-8 Mei 2016. Para calon ketua umum partai beringin mengikuti debat publik. “28-30 April, saya ingin buat debat publik. Dasar pemahaman visi Indonesia 2045,” kata Ical di sela-sela rapat pleno perisiapan Munaslub Golkar di Slipi, Jakarta Barat, Kamis (7/4).
Dengan adanya debat publik tersebut, lanjut Ical, diharapkan seluruh caketum partainya akan mempelajari Visi Indonesia 2045 tersebut. “Dalam pleno itu persyaratan mutlak bagi caketum-caketum. Saya sudah rapatkan. Saya harapkan saudara-saudara bisa menanggapinya dengan ide-ide yang lebih baik,” pungkas Ical.
Pleno DPP Partai Golkar tersebut telah memutuskan pelaksanaan Munaslub 7-8 Mei 2016 di Bali. Hal itu sudah disesuaikan dengan waktu luang Presiden Joko Widodo, yang direncanakan hadir di forum tertinggi partai beringin.
Mengomentari siapa kandidat yang menonjol di Munaslub nanti, Ketua Golkar Sulut Stefanus Vreeke Runtu menuturkan tidak ada yang istimewa. “Semua berpeluang,” singkat Runtu. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR