Beringin Sulut Hujan Uang

Beringin Sulut Hujan Uang

0
BAGIKAN
ILUSTRASI

RADARMANADO.COM - Isu money politic di Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar ikut menyert DPD l dan DPD II se-Sulut. Partai Golkar (PG) Sulut yang menyatakan dukungan ke Setya Novanto (Setnov), disebut-sebut ikut menikmati fulus Papa Setnov. “Setnov, calon terkaya waktu Munaslub. Biar digoyang karena masalah, Setnov makin menjalar ke DPD-DPD. Itu karena kekuatan finansial,” singgung salah satu perserta Munaslub dari unsur DPD ll, Rabu kemarin, via ponsel.

Terpisah, Ketua DPD I Partai Golkar Sulut Stevanus Vreke Runtu membantah tengara hujan uang yang mengguyur pemilik suara dari PG Sulut. “Itu tidak benar, tidak ada money politic di Munaslub kemarin,” tepis SVR.

Lanjut dia, Setnov memang memang karena visi dan misi yang diusungnya. “Kami pun selaku Golkar Sulut, tidak pernah menerima satu rupiah pun dari calon-calon yang ada,” tegas SVR.
DPD l Sulut, salah satu dari 15 DPD yang menyatakan dukungan untuk Setnov.

DPD yang lain, yakni Jambi, Kepulauan Riau, Banten, Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara.
Kemudian, DPD I Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Papua Barat, dan Bangka Belitung. Sedangkan dukungan terbuka untuk Setnov dari ormas sayap Golkar berasal dari Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).

Tokoh muda Golkar Ahmad Dolly Kurnia mengaku curiga ada upaya untuk menggiring proses pemilihan calon ketua umum Golkar melalui sistem aklamasi.
Menurutnya, penyebutan nama Setnov oleh DPD I merupakan upaya untuk mempengaruhi pilihan DPD II.

Sementara itu, Komite Etik Munaslub Partai Golkar mengakui adanya praktek politik uang atau money politics dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite Etik Munaslub Partai Golkar, Fadel Muhammad. “Saya jujur mengatakan, saya tidak naif, saya tahu ada praktek - praktek money politics dalam Munaslub Partai Golkar,” kata Fadel Muhammad.
Ia mengaku bahwa tim etik sudah bekerja semaksimal mungkin berusaha melakukan monitoring terhadap semua kandidat, tapi berhubung minimnya personel dan terbatasnya waktu sehingga tidak bisa meng-cover semua kegiatan kandidat secara detil.

Vasco Ruseimy, Ketua pelaksana tim sukses calon Ketua Umum Partai Golkar, Priyo Budi Santoso mengungkapkan pemberian uang kepada pemilik suara dengan jumlah sangat besar. Dia yakin, dugaan politik uang yang dilakukan segera terungkap ke publik. “Berdasar laporan dari intelijen, kami mendengar informasi A1 bahwa money politics dengan angka yang fantastis masih berjalan sampai saat ini,” ungkap Vasco.(fjr/kim)

TINGGALKAN KOMENTAR