Bupati Khawatir Dana Desa
Topik Terkait
RADARMANADO.COM - Saat ini pemerintah benar-benar memprioritaskan pembangunan di desa. Terbukti, beberapa tahun terakhir ini anggaran yang diplot ke desa terus meningkat. Tak terkecuali di Kabupaten Bolsel. 2015 lalu total dana desa (sumber APBN) untuk Kabupaten Bolsel kurang lebih Rp 22 miliar. Tahun ini naik dua kali lipat lebih menjadi kurang lebih Rp 50 iliar.
2016 ini, satu desa di Kabupaten Bolsel menerima anggaran Rp 800 juta sampai dengan Rp 1,4 Miliar. Dana tersebut berasal dari dana desa (APBN), Alokasi Dana Desa (ADD/APBD) dan bagi hasil pajak.
Besarnya anggaran yang masuk di desa disambut gembira pemerintah daerah. Namun di sisi lain, hal ini membawa kekhawatiran.
“Pengelolaan dana desa di Bolsel sudah menggembirakan, tapi Masih tetap was-was dan khawatir,” kata Herson belum lama ini.
Orang nomor satu di Bolsel ini kembali mengingatkan para Kepala desa dan aparat desa lainnya yang mengelola dana desa senatiasa berhati-hati dalam mengelola dana tersebut.
“Sudah ada instruksi dari Jaksa Agung. Jaksa masuk Anggaran Pendapatan Belanja Desa(APBDes). Artinya, tahap perencanaan jaksa dilibatkan,” tuturnya.
Herson mengatakan, soal pengelolaan dana desa di Bolsel cukup menggembirakan. Sebab, Bolsel satu-satunya di Sulut yang menerapkan Pengelolaan menggunakan Simda desa. Tak ayal, Bolsel masuk peringkat dua daerah se-Sulut, Gorontalo dan Maluku terbaik dalam pengelolaan dana desa tersebut.
“Tapi saya masih was-was. Semuanya tergantung pengelola di desa. Jangan berani melakukan improvisasi di luar dari aturan. Ikuti saja prosedur sesuai dengan ketentuan atau aturan yang berlaku.
Sementara itu, informasi dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), saat ini desa-desa sementara pencairan 60 persen tahap pertama dana desa/ADD.
“Sudah banyak desa yang menerima. Sebelumnya, melalui tahap evaluasi APBDes oleh tim Kaupaten,” ketus Kepala DPPKAD, Arvan Ohy.(ail)



