Dorong Kurikulum Pendidikan Seks Kaum Hawa
Topik Terkait
RADARMANADO.COM - Aksi kriminalitas seksual terhadap kaum wanita makin marak. Ironisnya, kejahatan kaum hawa ini juga tidak memandang umur. Tua, muda, anak-anak kecil pun sering menjadi sasaran pelampiasan hawa nafsu kaum pria. DPRD mendorong kurikulum pendidikan seks anak di bawah umur. Ketua Dewan Nortje Van Bone menegaskan, kejahatan seksual terhadap perempuan itu merupakan aksi tak berperikemanusiaan. Ia mengatakan, kaum hawa harus mendapatkan perlindungan yang extra, bukan mejadi sasaran pelaku kejahatan seks. “Kota Manado banyak mengalami peristiwa seperti ini, bahkan media masa saja banyak memuat berita tentang kasus pelecehan seksual terhadap perempuan,” ujar Van Bone, Selasa kemarin.
Ia menegaskan, penerapan kurikulum formal tentang pendidikan seks penting. Sebab, secara otomatis kaum perempuan akan lebih memahami lagi apa itu seks, termasuk segi positif dan negatifnya. “Kami akan mencoba berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Manado bagimana caranya memasukan mata pelajaran tentang seks usia dini. Perlu garis-bawahi bahwa bukan dinilai dari segi negatif adanya kurikulum tentang seks, melainkan inilah cara pencegahan terbaik agar nantinya tidak akan timbul kejahatan seksual terhadap perempuan,” tegas Bone.
Van Bone menambahkan, kurikulum pendidikan seks ini juga sudah mendapatkan restu dari Menteri Hukum dan Ham (Menkumham). “Saya sudah diberi restu dari Menkumham untuk dapat menerapkan ini. Dan merekapun sanggat mengapresiasinya. Jadi hal ini juga perlu peran aktif dari orang tua, masyarakat dan para tokoh-tokoh agama. Agar aksi kriminilitas di Kota Manado bisa hilang,” tandasnnya. (iky/*)



