Gereja Belanda-PGI Latih Pegiat LH, Jangan Kompromi dengan Perusak Lingkungan

Gereja Belanda-PGI Latih Pegiat LH, Jangan Kompromi dengan Perusak Lingkungan

0
BAGIKAN

RADARMANADO.COM - Gereja harus berani bersuara, jika ada upaya pengrusakan lingkungan. Gereja juga diingatkan untuk tidak kompromi dengan apapun dan siapapun yang berupaya merusak alam ciptaan Tuhan.

BAGI Pdt Henriete Nieuwhuise, tak ada yang bisa dikompromikan dengan siapapun dan apapun yang mau merusak lingkungan hidup. Perwakilan Gereja Protestan Belanda yang melayani di gereja Lampung ini pun berharap, gereja-gereja anggota PGI yang mengutus warganya mengikuti pelatihan ini bisa mengimplementasikan materi yang diperoleh ini ke gereja masing-masing.
Memang sejak 3 hari para pimpinan dan aktivis gereja anggota PGI di Indonesia Timur akan menerima materi pelatihan untuk nantinya menjadi fasilitator pegiat lingkungan hidup di gereja masing-masing.

Pelatihan ini mendapat respon positif Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang (IvanSa). Ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan yang diawali dengan ibadah yang dipimpin Ketua Majelis Gembala KGPM Gbl Teddy Batasina, IvanSa bahkan menantang para utusan gereja yang wilayah pelayanannya di Minahasa (GMIM dan KGPM) untuk bersama-sama dengan pemerintah melakukan kampanye bersama. ”Saya berharap pelatihan ini jangan hanya sampai di sini saja. Perlu ada tindak lanjut. Pemerintah Minahasa bisa memfasilitasi untuk bersama-sama kita kampanyekan pelestarian lingkungan,” ujar putra sulung mantan Gubernur Sulut 2 periode Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) ini.

Hal senada dikatakan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Badan Lingkungan Hidup Sulut Drs Roy Mewoh DEA. Menurut Mewoh konsep pembangunan yang dilaksanakan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan. Karena itu Pemprov Sulut telah membuat peraturan-peraturan daerah menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Begitu juga yang disampaikan Sekretaris Jenderal Sinode Am Gereja-gereja di Indonesia Pdt Lamberty Mandagi MTeol. Dia berharap gerakan bersama gereja-gereja ini terimplementasi dengan program bersama menjaga lingkungan hidup.

Sebelumnya Ketua Umum Pucuk Pimpinan KGPM Gbl Fetrisia Alling MTh mengatakan, lingkungan hidup menjadi program utama KGPM dalam 5 tahun ini, sebagaimana keputusan Sidang Raya. ”Karena itu ketika ditunjuk sebagai gereja penyelenggaran untuk pelatihan ini, KGPM langsung menyatakan bersedia. Karena ini sudah menjadi concern KGPM,” ujar Gbl Keke, sapaan akrabnya.
Hal ini sejalan dengan khotbah Gbl Teddy Batasina yang mengutip satyu bagian dari Doa Bapa Kami, ”jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga.” Gbl Teddy berharap ada gerakan bersama yang lahir dari Kawangkoan untuk melakukan hal yang besar bagi bangsa Indonesia.

Sementara itu, panitia pelaksana di KGPM Sidang Maranatha Kinali beruapa selama pelatihan para peserta merasaka nuansa Minahasa. Karena itu, mulai dari makanan hingga acara-acara akan menampilkan budaya Tanah Toar-Lumimuut.

Ada yang menarik dalam kegiatan ini. Panitia mampu mewujudkan secara konkrit semanagt Oikumene seperti yang tertuang dalam Dokumen Keesaan Gereja (DKG). Di ma, jemaat GMIM Imanuel Kinali yang dipimpin langsung Ketua BPMJ Pdt Emmy Walukow Worotikan ditunjang para pendeta dan pelayan khusus terlibat dalam kepanitiaan. Tidka itu saja, para peserta menginap di rumah-rumah warga jemaat GMIM. Tak heran, para peserta memberi apresiasi dengan yang dilakukan panitia ini.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR