Perlukah GSVL-MOR Pakai Orang Ketiga?

Perlukah GSVL-MOR Pakai Orang Ketiga?

0
BAGIKAN
SEMOGA UTUH: Wali Kota-Wakil Wali Kota GS Vicky Lumentut-Mor Bastiaan mengambil sumpah jabatan, Senin kemarin, di kantor gubernur.

RADARMANADO.COM - Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut memulai pemerintahan yang baru, setelah dilantik, Senin (9/5) di Graha Gubernuran, Pemprov Sulut. Memimpin Manado periode kedua dan periode pertama berpasangan dengan sang wakil Mor Bastiaan. Pemerintahan yang menurut kebanyakan orang, bukan periode tanpa rintangan. Karena tantangan terberat, menurut anggota DPRD Manado, bagaimana GSVL mampu memisahkan secara tertib dan dewasa, kelompok-kelompok yang mengaku orang penting di pemerintahan Manado Cerdas. Fakta masa lalu mengingatkan, rumah tangga pemerintahan Vicky-Ai (Harley Mangindaan) berujung hancur, karena suntikan mulut-mulut beracun. “Publik dan bahkan lawan politik GSVL juga sadar, perseteruan politik Vicky-Ai itu karena racun yang dibuang kelompok tertentu. Kelompok yang merasa kehilangan momentum, kalau tidak semeja dengan GSVL ketika bangun sarapan pagi. Mereka yang merasa kurang lengkap, kalau tidak semobil dengan GSVL dalam beragam kesempatan formal. Kelompok yang merasa terganggu kalau tidak di belakang GSVL saat tampil di depan publik,” singgung sejumlah anggota DPRD Manado, Senin kemarin, di kantor dewan.

Pesan legislator, GSVL-MOR jangan sampai tertelan isu sesat dari orang ketiga. Biasanya, kata anggota DPRD, pembisik itu lebih kuat menyuguhkan informasi sesat ke wali kota atau wakil. “Wali kota dan wakilnya, harus lebih banyak waktu merenung perjuangan meyakinkan publik di masa-masa Pilkada 2015 kemarin. Rakyat yang memilih di TPS adalah rakyat yang datang dengan keyakinan penuh, bahwa GSVL-MOR duet terbaik. Rakyat yang menyadari ada pihak yang mengacaukan situasi pemerintahan. Sehingga Vicky-Ai memuncak di Mahkamah Konstitusi (MK),” ujar legislator.

Kelompok yang mengaku orang penting juga menurut DPRD sering datang dari beragam profesi. “Yang berstatus guru agama, penasihat spiritual, dosen, wartawan, yah macam-macam profesi. Kalau tidak dicerna dengan baik, saya yakin pelantikan hari ini sekali waktu bukan lagi momentum yang mengharukan. Tapi sandiwara yang digagas orang-orang ketiga. Mereka itu tak diundang tapi merasa diri penting, di lingkaran pemerintahan,” jelas beberapa anggota dewan.

Pengamat Politik Sulut Dr Feri Liando menuturkan, GSVL-MOR harus mengubah gaya kepemimpinan. “Harus lebih tegas. Yang lima tahun sebelumnya, cenderung terlalu santun, kompromistis, kebapakan, lembut dan toleran. Suka mengalah. Gaya ini memang penting dari aspek etika dan moral. Tapi kondisi saat ini, GSVL harus berubah,” tutur Liando.

Sementara itu, GSVL usai dilantik menuturkan, ada prinsip koordinasi dan komunikasi dengan wakil wali kota selama memimpin Manado. “Tentu pemerintahan ke depan mengutamakan komunikasi. Prinsipnya setiap keputusan tidak dipengaruhi orang lain,” singkat GSVL. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR