TKW Indonesia Rajai Pelacuran di Arab Saudi
Topik Terkait
RADARMANADO.COM - Ribuan Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia kini bekerja di berbagai negara di Timur Tengah termasuk Arab Saudi. Diantara mereka ada yang sukses sekaligus membawa pulang upah yang cukup besar ke kampung halamannya, di Indonesia.
NAMUN, tak sedikit pula TKW asal Tanah Air yang diterpa masalah. Mulai dari gaji yang diterima tak sesuai perjanjian, dianiaya, hingga mengalami pecehal seksual dari sang majikan tempat TKW bersangkutan bekerja.
Kabar ada TKW Indonesia yang mengalami pelecehan seksual di Arab Saudi mungkin sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Namun, kabar yang satu ini cukup mengejutkan. Ya, TKW asal Indonesia diduga sudah beralih profesi menjadi pelacur di negeri penghasil minyak terbesar di dunia ini.
Seperti diberitakan situs online Merdeka.com belum lama ini, dengan judul Melacur Hingga Makkah dan Madinah. Dalam pemberitaan itu disebutkan, Nasir, seorang pekerja di salah satu pabrik swasta internasional di Jeddah, justru membenarkan hal tersebut.
Nasir menyebut, tak sedikit pria arab yang melampiaskan nafsu birahinya kepada Pembantu Rumah Tangga (PRT) yang kebanyakan berasal dari Indonesia. “Lelaki Arab Saudi jarang pakai pelacur. Makanya, di (Arab Saudi, red) sini banyak TKI menjadi korban pelecehan seksual majikan. Lelaki Saudi jarang sekali main dengan pelacur karena dia malu dan lebih memilih menjaga marganya,” ungkap Nasir melalui telepon selulernya.
Nasir menerangkan, meski pria-pria Arab Saudi masih malu mendatangi tempat pelacuran, namus bisnis prostitusi di Arab Saudi berkembang pesat. Menurut dia, Kota Jeddah menjadi tempat paling subur untuk industri pelacuran. Selain itu, bisnis haram yang melibatkan TKW asal Indonesia tersebut juga telah merambah Kota suci Makkah dan Madinah. ”Nomor satu Jeddah, nomor dua Makkah, nomor tiga Madinah,” bebernya.
Dia menambahkan, pelacuran di Arab Saudi didominasi oleh pelacur dari Indonesia. Dikatakan Nasir, sekira 2,5 persen TKW Indonesia menjadi pelacur di Arab Saudi. Karena terlanjur dikenal sebagai pemasok pelacur di Arab Saudi, orang-orang Pakistan, India, dan Bangladesh menganggap semua TKW Indonesia adalah pelacur. “Bagi orang India dan Pakistan, orang Indonesia itu syarmuth (pelacur),” ujarnya.
Menurut Nasir, bahwa pelacur dari Indonesia kebanyakan beroperasi di daerah pelacuran kelas atas yang lokasinya berada di jalan Syarif Madinah, Jeddah. Tarif pelacur Indonesia pun di sana terbilang mahal. Mulai dari 600-hingga 700 riyal.” Ada yang 600 riyal sampai 700 riyal,” tandasnya.(*)