Wow, Bolsel Punya Whale Shark
Topik Terkait
RADARMANADO.COM - Lengkap sudah. Alam bawah laut Bolsel benar-benar memiliki kekayaan yang luar biasa. Selain puluhan spot taman laut yang dihiasi beraneka ragam jenis terumbu karang yang berwarna warni serta hewan laut yang unik-unik, baru-baru ini tim expedisi gabungan dari Dinas Pariwisata (Dispar) dan Bolsel Diving Club (BDC) menemukan dua ekor Whale Shark (hiu paus) yang berenang-renang di perairan Desa Tabilaa, Kecamatan Bolaang Uki.
Hadirnya hewan raksasa laut pemakan plankton, sisa-sisa makanan dan tumbuhan ini menjadi pelengkap potensi taman bawah laut Bolsel yang bakal menjadi surga bagi para penyelam (divers). Ini hal yang luar biasa karena terinformasi, Whale Shark belum pernah ditemukan di perairan Sulut, hanya di Bolsel.
Menurut Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Pariwisata, Delfian Thanta yang terjun langsung dalam ekspedisi tersebut, dua ekor Hiu Paus tersebut ditemukan pada Minggu malam (15/5) baru-baru ini. lokasinya tak jauh, tepatnya kurang lebih 50 meter dari bibir pantai Desa Tabilaa. Lanjut Delfian, menurut informasi dari para nelayan, ikan raksasa ini sudah lama berada di laut Bolsel. Hanya saja kata dia, ide pencarian ini baru belakangan ini. “Sebelumnya kita belum memiliki perlengkapan seperti alat selam. Baru kali ini kita bekerjasama dengan BDC menelusuri di mana tepatnya hiu paus itu berada. Alhamdulilah kita berhasil,” jelas Delfian, kemarin.
Lanjutnya, untuk saat ini tim Pemkab dan BDC masih dalam tahap eksplorasi sekaligus pemantauan. Dan dari hasil penelusuran tim, sudah ada dua ekor hiu paus yang ditemukan menghuni laut Bolsel, dengan panjang keduanya sekitar 5 meter. “Nanti sekitar tujuh hari ke depan baru bisa diambil kesimpulan apakah itu akan jadi objek wisata atau tidak. Karena juga harus memperhatikan wilayah konservasi hiu. Dan itu rananya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP),” imbuhnya.
Di sisi lain, dia mengaku optimis jumlah ikan raksasa yang tergolong purba ini masih akan terus bertambah. Apalagi katanya, jika diperlakukan dengan baik. “Salah satu sifat hiu adalah hidup berkoloni. Jadi, kemungkinan besar lebih dari dua ekor. Dan kami yakin jumlahnya akan bertambah. Apalagi kalau sering kita beri makan,” paparnya.
Secara terpisah, Ketua BDC, Ibrahim Kakunsi, turut menyampaikan imbauan kepada warga setempat yang datang melihat untuk jangan terlalu mendekat apalagi sampai menyentuh. Hal mendasar dan penting untuk diketahui masyarakat adalah, tidak boleh menyentuh dengan sengaja, tidak boleh menghidupkan motor di dekat objek (hiu) dan tidak menghalangi pergerakan natural dari hiu paus. “Mohon hal ini dipahami dengan baik, mari kita bersama menjaga kelestarian mereka,” imbau Ibrahim.
Sekadar informasi, yang menarik dari ikan terbesar dengan nama latin Rhincodon Typus ini, meski berukuran besar bisa mencapai panjang 12 meter dan berat di atas 30 ton, namun relative tidak berbahaya. Jenis hiu ini masuk kategori hewan jinak. Bahkan, menurut berbagai sumber, saking jinaknya para penyelam bebas bermain-main dan berpose bersama hewan ini ketika ingin diabadikan (dipotret), dengan jarak sangat dekat sekalipun. Selain ukurannya yang besar dan jinak, Whale Shark memiliki pola di kulit yang sangat menarik. Menyerupai karpet dan dipunggungnya mirip gambar bintang.(ail)



