Lurah-Pala di Manado Belajar ‘Nakal’

Lurah-Pala di Manado Belajar ‘Nakal’

0
BAGIKAN
ILUSTRASI

RADARMANADO.COM - Realisasi dana hibah bencana Kota Manado simpang-siur. Pengawasan lemah. Aparat kelurahan dan kepala lingkungan (pala), dituduh mulai ‘nakal’ merealisasikan dana banjir. Ada pala yang menganulir daftar korban banjir yang sesungguhnya, dan memasukan kerabat atau keluarga lain di daftar penerima bantuan. “Ada nama-nama yang sudah dicoret lagi. Rumah rusak ringan dicoret dari daftar. Katanya prioritas orang lain. Padahal menerima yang dimasukan pala, malah orang baru,” ungkap beberapa warga, kemarin, di kantor DPRD Manado.
Di Mahakam, Kelurahan Wawonasa, Kecamatan Singkil dana relokasi korban banjir belum diterima secara serentak. “Dana yang diterima Rp 131 juta. Dana yang dijanjikan Rp384 juta. Katanya dipotong karena tidak punya sertifikat,” ungkap warga.

Saat sosialisasi, warga diberi dua pilihan, yakni ganti rugi atau ikut sidang. Kalau ikut sidang berarti digusur. “Saat mau gusur, kami tidak menerima surat dari pemerintah. Waktu sosialisasi tentang relokasi menerima undangan, lurah dan pala minta bagian (uang). Lurah dan pala minta Rp31 juta. Saat penggusuran juga tidak adan surat pemberitahuan. Saat memasukan alat berat, pala dan lurah tidak ada. Eksavator langsung main bongkar,” tutur Maria, salah satu korban relokasi.

Lurah Wawonasa Hamzah Palinto menepis informasi pemintaan jatah senilai Rp31 juta. “Saya tidak tahu masalah uang,. Saya tidak pernah pegang dan minta uang,” jawab Palinto, via ponsel, kemarin.
Di Kelurahan Ternate Baru, dana banjir sudah diterima. Tapi dana ganti rugi belum ada. “Menurut cerita pala bilang kalau relokasi hanya sampai di muka pintu. Tapi dana ganti rugi belum diberitahukan berapa,” ujar Metty, warga lain.

Terpisah, di Kelurahan Komo Luar, Lingkungan I Kecamatan Wenang, warga mengaku belum menerima dana banjir. “Cuma ada undangan sosialisasi, tapi dana banjir belum cair,” ujar Elly didampingi Salma, korban banjir.

Pala Lingkungan 1 Kelurahan Komo Luar, Agus Salim mengatakan, bantuan banjir untuk rumah kategori rusak sedang dan berat memang belum terealisasi. Sementara yang rusak ringan sudah dibayarkan. “Rusak ringan sebesar Rp3,6 juta,” jawab Salim. (tr-11/tr-12/kim)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR