RADARMANADO.COM - Maskot bukan hal baru dalam setiap gelaran olahraga internasional. Demikian pula di ajang Euro atau Piala Eropa. Biasanya, maskot mencirikan negara yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Euro. Di Piala Eropa 2016 ini, Prancis meluncurkan maskot dengan karakter anak laki-laki dan diberi nama Super Victor. Agak mengejutkan karena biasanya maskot di Piala Eropa identik dengan karakter hewan.
DIBERI nama Super Victor karena anak laki-laki tersebut memiliki kekuatan super setelah menemukan kotak saat tengah bermain sepak bola. Kotak tersebut berisi celana, kaus, sepatu, dan jubah berwarna merah.
Dalam wujudnya, Super Victor mengenakan kaus berwarna biru, celana putih, dan jubah warna merah. Itu merupakan perwujudan bendera Prancis. Di bagian kaus tertera angka 16 yang merupakan tahun penyelenggaraan Piala Eropa kali ini.
Maskot tersebut pertama kali diperkenalkan sebelum laga persahabatan antara Prancis kontra Swedia, di Stade Velodrome, Marseille, 18 November 2025 silam. Pemberian nama Super Victor berdasar poling di situs resmi UEFA. Audiens lebih memilih Super Victor ketimbang Driblou atau Goalix.
Maskot tidak hanya digunakan sebagai penanda digelarnya turnamen, melainkan dari sisi bisnis cukup menguntungkan. Super Victor diharapkan dicari jutaan penggemar sepak bola untuk mengenang gelaran Euro 2016 di Prancis.
Gelaran Euro sudah dimulai sejak 1960 silam. Tapi, maskot baru diperkenalkan pertama kali pada Euro 1980 di Italia. Ini setelah UEFA mengubah format kompetisi Euro dengan menggunakan sistem grup di putaran final dan digelar di satu negara.
Sebelum Super Victor, telah ada maskot-maskot yang unik dan menarik. Semuanya pasti menggambarkan ciri khas negara tuan rumah penyelenggaraan Euro.
Berikut maskot-maskot Euro sejak 1980. Yaitu Pinocchio (1980). Pinokio merupakan dongeng tentang bocah kayu asal Italia yang dibuat oleh Geppeto. Di Euro 1980, sosok boneka kayu tetap ditonjolkan.
Hidung Pinokio yang bisa memanjang dihiasi bendera Italia. Topi putih bertuliskan Europa 80 merujuk pada turnamen yang dilangsungkan.
Kedua Peno (1984). Salah satu julukan Tim nadional (Timnas) Prancis adalah Ayam Jantan. Hal tersebut ditonjolkan dari maskot Euro 1984. Peno memakai kostum timnas Prancis, lengkap dengan sepatu, bola, dan sarung tangan.
Peno sendiri diambil dari bahasa gaul Prancis yang berarti penalti.
Kemudian Berni (1988). Karikatur kelinci berwarna abu-abu ini diberi kostum sesuai dengan bendera Jerman. Kaus kaki kuning, celana merah, dan kaus hitam bertuliskan UEFA. Putih yang menjadi warna kostum Der Panzer ditunjukkan pada sarung tangan dan ikat kepala. Kata Berni diambil dari Berne, kota di Swiss, saat Jerman (Barat) juara Piala Dunia 1954.
Lalu Rabbit (1992). Kelinci kembali menjadi maskot penyelenggaraan Euro pada 1992. Perubahan hanya terjadi pada warna kelinci dan kostum. Kelinci dengan menggunakan kostum Swedia ini menggambarkan sosok yang imajinatif, ceria, dan orisinal.
Berikutnya Goaliath (1996). Singa merupakan representasi dari Timnas Inggris. Mengikuti kesuksesan Willie saat menjadi maskot Piala Dunia 1996, Inggris berharap singa bernama Goaliath bisa menjadi keberuntungan The Three Lions. Seperti halnya tiga maskot sebelumnya, Goaliath juga mengenakan kostum negara tuan rumah.
Selanjutnya Benelucky (2002)
Benelucky merupakan singa yang memiliki ekor seperti setan. Warna rambut Benelucky merupakan simbol dari bendera negara tuan rumah, Belgia dan Belanda. Singa merupakan simbol dari asosiasi sepak bola Belanda, sedangkan setan diambil dari julukan timnas Belgia, Red Devils.
Juga ada Kinas (2004). Karikatur bocah bernama Kinas menjadi maskot Portugal 2004. Nama Kinas sendiri diambil dari julukan bendera Portugal, “Bandeira das Quinas”. Sosok Kinas digambarkan sebagai anak yang lincah dengan kemampuan luar biasa.
Ada pula Trix & Flix (2008). Sosok anak kembar ini merupakan maskot pertama dalam bentuk animasi. Rambut Trix dan Flix menggambarkan pengunungan Alpen yang menjadi ciri khas Austria dan Swiss, tuan rumah Euro 2008. Kelucuan keduanya juga ditonjolkan dalam kemampuan dalam menari.
Pada 2012 lalu Slavek & Slavko. Slavek dan Slavko adalah dua remaja kembar. Keduanya dibedakan dari kostum dan warna rambut. Slavek menggunakan kostum Polandia berwarna putih-merah dengan angka 20 di bagian dada. Sementara Slavko memakai kostum kuning-biru Ukraina dengan angka 12 di bagian depan. Kedua angka itu jika disatukan menjadi tahun penyelenggaraan Piala Eropa kali ini.(****)