Kanwil DJPb Sulut: APBN Jadi Penopang Stabilitas Ekonomi Sulut, Inflasi Tetap Terkendali  

Sulut15 Dilihat

RadarManado.com – Peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali ditegaskan sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulawesi Utara, Wahyu Prihantoro, menyampaikan komitmen pihaknya bersama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk konsisten mendukung pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan fiskal yang terukur dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Wahyu dalam Diskusi Santai bersama Insan Media yang digelar Kanwil DJPb Sulut di Avon Coffee Shop, Manado, Selasa (7/7/2026).

“Selain menjalankan fungsi treasury berupa penyaluran dana APBN dan APBD, Kanwil DJPb dan KPPN juga berperan sebagai Regional Chief Economist (RCE) dan Financial Advisor (FA),” ujarnya.

Belanja Negara Capai Rp7,80 Triliun

Hingga Mei 2026, realisasi belanja negara di Sulawesi Utara telah mencapai Rp7,80 triliun. Dana tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat layanan publik, mendukung pembangunan daerah, serta memastikan manfaat APBN benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.

Di tengah ketidakpastian global, pemerintah tetap menjaga stabilitas domestik melalui kebijakan fiskal yang responsif dan pruden. Inflasi nasional hingga Mei 2026 terkendali di level 3,08% (yoy), dengan inflasi inti sebesar 2,59% (yoy), inflasi harga bergejolak 6,24% (yoy), serta inflasi harga yang diatur pemerintah 2,07% (yoy).

Dorong UMKM dan Sinergi Daerah

Kanwil DJPb Sulut juga menekankan pentingnya optimalisasi pelaksanaan APBN, peningkatan kualitas belanja pemerintah, percepatan penyaluran Transfer ke Daerah (TKD), serta penguatan akuntabilitas keuangan negara. Tidak hanya itu, pemberdayaan UMKM melalui akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan UMi terus digencarkan.

“Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, satuan kerja, perbankan penyalur, dan seluruh pemangku kepentingan, APBN diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang berkelanjutan,” tutup Wahyu. (*/Rizath)