RadarManado.com – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, mengingatkan bahwa birokrasi harus berubah cara kerja jika ingin daerah ini maju. Menurutnya, pemimpin sekarang bukan dinilai dari banyaknya aturan, tapi dari seberapa cepat bisa memberi solusi nyata untuk masyarakat.
Dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 23 di Aula Integritas BPSDMD Sulut, Selasa (14/7/2026), Yulius menegaskan bahwa kepemimpinan adaptif adalah kunci membangun ekosistem investasi yang sehat dan berdaya saing.
“Investasi bukan sekadar modal masuk, tapi mesin pertumbuhan ekonomi yang membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.
Ia menyebut tren investasi di Sulut terus naik sejak 2025, terutama di sektor industri pengolahan, energi, pariwisata, perikanan, logistik, hingga KEK Likupang. Namun, ia juga mengingatkan masih ada PR besar: pelayanan publik harus lebih cepat, perizinan dipermudah, regulasi jelas, dan SDM makin kompeten.
Pemerintah Provinsi, lanjut Yulius, kini fokus pada reformasi perizinan berbasis OSS, pembangunan infrastruktur strategis, hilirisasi industri unggulan, serta digitalisasi layanan. Semua itu demi menjadikan Sulut ramah investasi dan kompetitif di level global.
Tak hanya mengejar angka pertumbuhan, Yulius menekankan arah pembangunan Sulut harus berkelanjutan dengan konsep Green Economy dan Blue Economy. “Kita ingin ekonomi tumbuh, tapi lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan lima karakter penting bagi pemimpin perubahan: visioner, adaptif, kolaboratif, berintegritas, dan berorientasi hasil.
Menutup arahannya, Yulius mengajak peserta PKN menjadi agen perubahan. “Mari kita wujudkan Sulut yang lebih maju, inklusif, hijau, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*/Rizath)



















