Harga Cabe Melonjak, Gubernur Sulut Instruksikan Stabilisasi Pasokan dan Antisipasi El Nino

Pemprov Sulut, Sulut83 Dilihat

RadarManado.com – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menginstruksikan langkah cepat pengendalian inflasi dengan fokus pada stabilisasi harga cabe.

Instruksi tersebut disampaikan Gubernur dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar di Manado, Senin (7/9/2026).

Gubernur menilai cabe menjadi komoditas strategis yang sangat memengaruhi fluktuasi inflasi di Sulut. Ia meminta seluruh perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk bergerak cepat dan terkoordinasi menjaga pasokan.

“Kita harus mengantisipasi sejak dini dampak perubahan cuaca dan El Nino terhadap produksi pangan. Jangan sampai gangguan produksi dan distribusi menyebabkan pasokan berkurang dan harga meningkat sehingga membebani masyarakat,” tegas Gubernur Yulius.

Selain soal harga, Gubernur juga memberi perhatian khusus pada potensi dampak El Nino terhadap pola cuaca, ketersediaan air, dan produktivitas pertanian.

Sebagai langkah konkret, Gubernur memerintahkan pemetaan menyeluruh terhadap produksi cabe di daerah sentra produksi Sulut dan memastikan distribusi dari sentra ke pasar konsumen berjalan lancar.

Jika pasokan lokal tidak mencukupi, Pemprov Sulut siap melakukan intervensi dengan mendatangkan pasokan dari luar daerah.

“Apabila produksi dan pasokan lokal tidak mencukupi, kita harus segera membuka akses pasokan dari daerah lain. Pemerintah harus hadir memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan harga tetap terkendali,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Sulut, Jemmy Ringkuangan, AP, M.Si, mengatakan arahan Gubernur akan langsung ditindaklanjuti.

Menurutnya, pengendalian tidak boleh menunggu harga sudah naik, tapi harus dari hulu ke hilir – mulai dari pemantauan produksi, stok, distribusi, hingga antisipasi iklim.

“Arahan Bapak Gubernur sangat jelas, kita harus bergerak cepat dan tidak menunggu sampai gejolak harga semakin tinggi. Produksi lokal harus diamankan, distribusi harus lancar, dan apabila diperlukan, pasokan tambahan dari luar daerah harus segera difasilitasi,” kata Jemmy. (*/Rizath)