Gubernur Sulut Instruksikan Penanganan Terpadu Karhutla Gunung Awu Sangihe

Pemprov Sulut61 Dilihat
banner 468x60

RadarManado.com – Karhutla di kawasan Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, mendapat atensi serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Kebakaran yang terjadi sejak Sabtu, 5 September 2026 itu terkendala medan terjal, vegetasi kering, akses yang sulit, dan minimnya sumber air.

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., menginstruksikan seluruh jajaran bergerak terpadu dan mengedepankan keselamatan warga.

banner 336x280

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Saya minta seluruh jajaran bergerak cepat, terkoordinasi dan jangan bekerja sendiri-sendiri. Pastikan titik api terus dipantau, cegah api meluas ke perkebunan dan permukiman masyarakat, serta siapkan seluruh dukungan yang dibutuhkan di lapangan,” tegas Gubernur Yulius.

Gubernur juga memerintahkan penguatan koordinasi lintas instansi, meliputi Pemprov Sulut, Pemkab Kepulauan Sangihe, BPBD, TNI-Polri, unsur kehutanan, pemadam kebakaran, dan seluruh potensi yang ada. Termasuk inventarisasi kebutuhan dukungan pemerintah pusat jika pemadaman darat tidak memadai.

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, membenarkan bahwa situasi terkini telah dikoordinasikan langsung dengan Gubernur Sulut. Mengingat keterbatasan penanganan darat, Pemkab berharap ada dukungan dari Pemprov dan BNPB untuk opsi pemadaman udara atau water bombing.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Sulut, Jemmy Ringkuangan, AP, M.Si., menekankan pentingnya sistem penanganan yang terintegrasi.

“Arahan Bapak Gubernur jelas: kita harus bergerak dengan satu data, satu komando dan satu gerak. Data titik api, luas terdampak, arah rambatan, kondisi cuaca, personel serta kebutuhan peralatan harus terus diperbarui. Dari data itulah kita menentukan langkah operasional dan dukungan yang diperlukan,” ujar Jemmy.

Ia menambahkan, penanganan tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga pencegahan penjalaran api ke perkebunan dan permukiman warga, penguatan sekat bakar, perlindungan personel, serta antisipasi titik api baru.

Sebagai langkah keselamatan, Pemkab Sangihe menutup sementara jalur pendakian Gunung Awu hingga proses pemadaman dinyatakan selesai.

Pemprov Sulut mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak memasuki kawasan terdampak, dan segera melapor jika menemukan titik api baru.

“Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah hadir, aparat bergerak, dan masyarakat harus ikut menjaga. Target kita jelas: api dikendalikan, masyarakat dilindungi, dan kawasan Gunung Awu kita selamatkan,” pungkas Ringkuangan. (*/Rizath)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *