Tekan Harga Cabai, Pemprov Sulut Datangkan Pasokan dari Probolinggo, Jual Rp57 Ribu di 4 Pasar

Pemprov Sulut31 Dilihat

RadarManado.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bergerak cepat menstabilkan harga cabai rawit merah.

Pasokan cabai rawit merah dari Probolinggo, Jawa Timur tiba di Manado pada Minggu malam, 14 September 2026. Jajaran Pemprov dan TPID menjemput langsung kedatangan pasokan tersebut di bandara.

banner 336x280

Pasokan itu akan langsung didistribusikan hari ini, Selasa 15 September 2026 mulai pukul 07.00 WITA dengan harga jual Rp57.000 per kilogram.

Penyaluran dipusatkan di empat titik pasar: Pasar Bersehati dan Pasar Pinasungkulan di Kota Manado, Pasar Airmadidi di Minahasa Utara, serta Pasar Amurang di Minahasa Selatan.

Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menegaskan intervensi ini bentuk kehadiran pemerintah.

“Kita tidak hanya memantau harga, tetapi melakukan langkah nyata. Ketika pasokan lokal belum mencukupi kebutuhan, pemerintah memperkuat pasokan dari daerah lain agar harga tetap terjangkau,” tegas Gubernur Yulius.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Sulut, Jemmy Ringkuangan mengatakan, penjemputan di bandara dan pengawasan di pasar dilakukan untuk memastikan distribusi tepat sasaran.

“Malam ini kami bersama TPID menjemput langsung. Besok pagi kami turun ke pasar untuk memastikan cabai tersebut benar-benar tersalurkan kepada masyarakat dengan harga yang telah ditetapkan,” ujar Ringkuangan.

Ia menambahkan, pasokan dari luar daerah bersifat intervensi jangka pendek. Pemprov tetap mendorong penguatan produksi lokal petani Sulut, kelancaran distribusi antardaerah, dan pemetaan kebutuhan pangan untuk menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat dan keberlanjutan petani lokal. (*/Rizath)

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.