RadarManado.com — Momen “Pengucapan Syukur” di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) akan segera tiba. Menyambut tradisi tahunan yang sarat makna ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menghadirkan solusi konkret untuk masyarakat: Gerakan Pangan Murah (GPM).
Dipimpin langsung oleh Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, program ini digelar secara serentak di tiga lokasi, yaitu Desa Tumpaan Dua, Pakuweru (Tenga), dan Rumoong Atas (Tareran). Tujuannya jelas—menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memberikan akses pangan terjangkau menjelang perayaan adat.
“GPM bukan sekadar pasar murah. Ini cara pemerintah hadir dan membantu masyarakat secara langsung,” ujar Plh Kadis Kominfo Sulut, Denny Mangala, saat mewakili Gubernur.
Komoditas Harga Terjangkau, Antusiasme Tinggi
Masyarakat menyambut hangat GPM yang menyediakan berbagai kebutuhan utama: beras, minyak goreng, telur, daging ayam, hingga cabai. Harga yang ditawarkan pun jauh di bawah harga pasar.
Contoh harga GPM di Desa Tumpaan Dua:
| Komoditas | Harga |
|——————-|——————|
| Beras SPHP (5 kg) | Rp 58.000 |
| Minyakita / liter | Rp 15.000 |
| Telur / baki | Rp 50.000 |
| Daging ayam / ekor| Rp 32.000 |
| Cabai / kg | Rp 75.000 |
Hanya dalam satu hari, puluhan ton bahan pangan berhasil disalurkan langsung ke tangan warga.
Ekspansi GPM ke Wilayah Lain
GPM tak berhenti di Minsel. Gubernur Yulius memastikan program ini juga akan hadir di Minahasa, Minahasa Tenggara, dan Minahasa Utara.
“Biarlah semua rakyat ikut syukur tanpa terbebani mahalnya harga. Dapur tetap ngebul, suasana tetap damai,” kata Yulius penuh semangat.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Pemprov Sulut dalam mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas harga, dan menjamin ketahanan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat. (*/Rizath)


