Gubernur Yulius Resmikan Unit Hemodialisis RSMN Bitung, Dorong RSUD Naik Tipe C

RadarManado.com – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus meresmikan Unit Hemodialisis di Rumah Sakit Manembo-Nembo (RSMN) Bitung sekaligus mendorong peningkatan status RSUD Kota Bitung dari Tipe D menjadi Tipe C.

Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE bersama Ketua TP-PKK Provinsi Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus.

Fasilitas baru ini hadir untuk menjawab tingginya kebutuhan terapi pengganti ginjal di Bitung, dengan sekitar 180 pasien tercatat dalam antrean. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Yulius menyerahkan empat unit alat hemodialisis baru, melengkapi bantuan sebelumnya berupa dua unit mobil ambulans.

“Pelayanan kesehatan harus cepat, dekat, dan bermutu,” tegas Gubernur Yulius dalam sambutannya.

Selain meresmikan fasilitas hemodialisis, Pemprov Sulut juga menyatakan komitmen m tersebut, Gubernur Yulius menyerahkan empat unit alat hemodialisis baru, melengkapi bantuan sebelumnya berupa dua unit mobil ambulans.

“Pelayanan kesehatan harus cepat, dekat, dan bermutu,” tegas Gubernur Yulius dalam sambutannya.

Selain meresmikan fasilitas hemodialisis, Pemprov Sulut juga menyatakan komitmen mendorong peningkatan status RSUD Kota Bitung dari Tipe D menjadi Tipe C melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Menurut Gubernur, dengan jumlah penduduk sekitar 217 ribu jiwa, peningkatan kapasitas rumah sakit daerah menjadi kebutuhan mendesak.

Pemprov Sulut juga merencanakan pembangunan rumah sakit baru di sejumlah kabupaten, termasuk Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Utara, Minahasa Tenggara, dan Bolaang Mongondow Timur.

Komitmen ini sejalan dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut yang mencapai 76, dengan Angka Harapan Hidup 74,44 tahun—tertinggi di Pulau Sulawesi. Atas capaian tersebut, pemerintah pusat memberikan dana insentif Rp3 miliar kepada Pemprov Sulut.

Gubernur Yulius menambahkan, tantangan geografis Sulut sebagai daerah kepulauan dengan 382 pulau membuat layanan kesehatan bergerak (Mobile Health Service) terus dioptimalkan agar jangkauan medis merata hingga wilayah terluar. (*/Rizath)